TANGERANG, Mata Aktual News– Proyek pengaspalan jalan dengan metode hotmix di Kampung Beduyut RT 04 RW 01, Desa Rawaboni, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan. Pekerjaan yang disebut bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 itu dikerjakan pada 2026, namun di lokasi tidak ditemukan papan informasi kegiatan.
Temuan tersebut mencuat setelah awak media bersama sejumlah elemen masyarakat melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek. Di lapangan, tidak terlihat papan informasi kegiatan (KIP) yang biasanya memuat sumber anggaran, nilai proyek, serta volume pekerjaan.
Kondisi itu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait keterbukaan penggunaan anggaran Dana Desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah organisasi kemasyarakatan dan aktivis setempat, seperti Forum Betawi Rempug (FBR), Satria Banten, serta aktivis Desa Rawaboni, menilai papan informasi proyek merupakan kewajiban sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Koordinator lapangan FBR menegaskan, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui detail penggunaan anggaran yang bersumber dari dana negara.
“Papan informasi kegiatan seharusnya dipasang di lokasi proyek. Masyarakat berhak tahu sumber anggaran, nilai kegiatan, hingga panjang jalan yang di-hotmix,” ujarnya kepada wartawan. Kamis (12/3/2026)
Menurutnya, tanpa adanya papan transparansi, masyarakat, media, dan aktivis akan kesulitan menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pelaksanaan pembangunan desa.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sekretaris Desa Rawaboni menyampaikan bahwa dirinya tidak memegang informasi terkait proyek tersebut dan menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada operator desa.
“Hal itu bukan pegangan saya. Silakan langsung tanyakan kepada operator desa bernama Ahmad yang beralamat di Kampung Plocno RT 021 RW 003,” tulisnya dalam pesan singkat.
Namun hingga berita ini diterbitkan, operator desa maupun pihak terkait lainnya belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui pesan WhatsApp.
Situasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai pengelolaan proyek yang menggunakan anggaran Dana Desa. Masyarakat pun berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait rincian anggaran, volume pekerjaan, serta mekanisme pelaksanaan proyek tersebut.
Transparansi dinilai penting guna menjaga akuntabilitas penggunaan Dana Desa sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pembangunan di tingkat desa.
Reporter: Dian Pramudja
Editor: Ryan Rinaldi







