Gubernur Pramono Anung: ASN Jakarta yang Flexing di Medsos Siap-Siap Dipecat

- Jurnalis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 04:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News —
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang memamerkan gaya hidup mewah atau bersikap tidak profesional di media sosial.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat memberikan sambutan dalam acara Opening Ceremony Jakarta Economic Forum (JEF) 2025 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dikutip dari Metro TV Sabtu (25/10/2025).

“Kalau ASN di Jakarta males-malesan, apalagi flexing, ada yang kemarin flexing di kelurahan, saya enggak tahu lurah mana, saya lupa, saya bilang, ganti, pecat,” tegas Pramono di hadapan peserta forum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, ASN DKI Jakarta saat ini telah mendapatkan tunjangan kinerja yang sangat kompetitif dibandingkan lembaga-lembaga besar lainnya di Indonesia. Karena itu, ia menuntut profesionalisme dan integritas yang tinggi dari setiap aparatur pemerintah daerah.

“Tukinnya Jakarta ini lebih dari yang lain, mungkin lebih dari Bank Indonesia maupun OJK. Tapi kalau ASN di Jakarta males-malesan, apalagi flexing, enggak ada ampun,” ujarnya dengan nada serius.

Pernyataan tegas Gubernur Pramono ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk para pegiat antikorupsi dan aktivis pemerintahan bersih.

Aktivis sosial dan pemerhati kebijakan publik Syahrudin Akbar menilai langkah Pramono menunjukkan komitmen nyata terhadap integritas birokrasi.

“Ketegasan ini penting. ASN adalah pelayan publik, bukan selebritas media sosial. Ketika ada pejabat atau ASN memamerkan kemewahan, itu mencederai rasa keadilan masyarakat. Langkah Gubernur Pramono patut didukung,” ujar Udin kepada Mata Aktual News, Minggu (26/10/2025).

Udin juga menekankan bahwa tindakan disiplin terhadap ASN yang menyalahgunakan jabatan atau menampilkan gaya hidup berlebihan harus diikuti dengan pengawasan yang sistematis.

“Pemprov harus memastikan sistem pelaporan dan pengawasan ASN berjalan efektif, supaya tindakan tegas seperti ini tidak hanya simbolik, tapi benar-benar memberi efek jera,” tambahnya.

Sementara itu, Merry Witrayeni Mursal, Aktivis Pers yang juga Pemimpin Redaksi Mata Aktual News, menilai peringatan keras dari Gubernur Pramono sebagai refleksi atas meningkatnya tuntutan moral publik terhadap penyelenggara negara.

“Era keterbukaan informasi menuntut pejabat publik dan ASN untuk lebih berhati-hati. Masyarakat kini bisa melihat, menilai, dan bereaksi terhadap setiap perilaku aparatur negara di ruang digital. Karena itu, transparansi harus diimbangi dengan etika dan kesederhanaan,” tutur Merry.

Ia menambahkan, media massa juga memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan semacam ini agar konsisten dan tidak tebang pilih.

“Media perlu terus memantau dan menyuarakan setiap pelanggaran integritas ASN, bukan untuk mempermalukan, tapi untuk menjaga marwah pelayanan publik dan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah,” tegasnya.

Langkah Gubernur Pramono sejalan dengan upaya mewujudkan birokrasi DKI Jakarta yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal.

Reporter: Amor
Editor: Anandra SP
Mata Aktual News — Aktual, Tajam, Terpercaya.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejati DKI Geledah Gedung Kementerian PU, Menteri Dody Hanggodo: Pendalaman Kasus
Dikomplain Warga, Tempat Sampah ‘Biang Bau’ di Kramat Akhirnya Ditutup Permanen!
Viral Foto AI di Kalisari, Jangan Sampai Rakyat Dikelabui Laporan “Palsu”
Penguatan HAM Aparatur Negara Bukan Pilihan, Tapi Perintah Konstitusi
Sampah Ilegal Dibiarkan? Warga Kramat Ngamuk, Sorot Lemahnya Penertiban Desa dan Kecamatan
Sampah Menumpuk di TPS Rawadas, Imbas Pembatasan di Bantar Gebang Ganggu Aktivitas Warga
Istana Tegaskan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026
Silaturahmi di Gedung Sate Rudy dan Dedi Kompak! Kepala Daerah Diminta Gaspol Kerja Nyata
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 00:34 WIB

Kejati DKI Geledah Gedung Kementerian PU, Menteri Dody Hanggodo: Pendalaman Kasus

Jumat, 10 April 2026 - 00:21 WIB

Dikomplain Warga, Tempat Sampah ‘Biang Bau’ di Kramat Akhirnya Ditutup Permanen!

Selasa, 7 April 2026 - 20:46 WIB

Viral Foto AI di Kalisari, Jangan Sampai Rakyat Dikelabui Laporan “Palsu”

Selasa, 7 April 2026 - 12:37 WIB

Penguatan HAM Aparatur Negara Bukan Pilihan, Tapi Perintah Konstitusi

Sabtu, 4 April 2026 - 22:08 WIB

Sampah Ilegal Dibiarkan? Warga Kramat Ngamuk, Sorot Lemahnya Penertiban Desa dan Kecamatan

Berita Terbaru

HUKUM

Dua Tahun Mandek, Keadilan Wartawan Terabaikan

Minggu, 12 Apr 2026 - 14:44 WIB

Verified by MonsterInsights