Dugaan Pungutan Liar di TPS Duren Sawit, Penarik Gerobak Sampah Keluhkan Tarif Per Sekali Buang

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Timur | Mata Aktual News — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) mencuat di Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur. Sejumlah penarik gerobak sampah swadaya mengaku dimintai bayaran dengan tarif bervariasi setiap kali membuang sampah ke TPS, mulai dari Rp5.000 hingga Rp15.000 per sekali buang, Rabu (21/1/2026).

Salah satu penarik gerobak sampah berinisial B menuturkan, pungutan tersebut kerap disertai tekanan psikologis. Menurutnya, apabila tidak memberikan uang, perlakuan petugas di TPS terasa berbeda.
“Kalau kita nggak ngasih, raut wajahnya pasti beda,” ujar B kepada Mata Aktual News.

Penelusuran di Lokasi TPS

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim investigasi Mata Aktual News mendatangi langsung TPS yang dimaksud. Di lokasi, tim menemui seorang petugas bernama Ace yang mengenakan seragam Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Ace menjelaskan bahwa penarik gerobak sampah yang ingin membuang sampah di TPS diwajibkan memenuhi sejumlah prosedur, antara lain:

Mengisi formulir TPS,
Mendapat tanda tangan Ketua RT atau RW,

Membayar biaya retribusi harian atau bulanan.

Ia merinci tarif yang disebut sebagai retribusi, yakni:

Gerobak (grobak):
Rp10.000 per sekali buang
Rp300.000 per bulan

Germor (gerobak motor):
Rp15.000 per sekali buang
Rp500.000 per bulan

Namun demikian, ketika tim meminta untuk melihat formulir resmi TPS sebagai dasar pungutan, Ace menyatakan formulir tersebut tidak tersedia dan meminta agar tim kembali keesokan harinya.

Upaya Konfirmasi ke DLH Kecamatan
Pada hari yang sama, tim Mata Aktual News berupaya mengonfirmasi temuan ini ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Duren Sawit di Jalan Raden Inten II. Namun, petugas keamanan kantor menyampaikan bahwa Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) maupun pengawas TPS tidak berada di tempat.

Petugas keamanan menyarankan agar tim membuat janji terlebih dahulu atau kembali ke TPS untuk menanyakan langsung kepada pengawas TPS yang bertugas.

Kejanggalan di Lapangan

Saat kembali ke TPS, tim investigasi menemukan sejumlah kejanggalan. Terlihat seorang penarik gerobak menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang yang mengenakan seragam DLH.

Namun, penarik gerobak tersebut menyebut bahwa orang yang menerima uang bukanlah petugas resmi DLH.
“Itu bukan petugas LH, cuma dikasih seragam doang. Dia sama kayak saya, penarik gerobak juga,” ungkapnya.

Sementara itu, penarik gerobak lain mengaku biasanya memberikan uang secara sukarela sekitar Rp5.000. Ia juga mengaku tidak mengetahui adanya perbedaan tarif yang dikenakan kepada penarik gerobak lainnya.

Pengakuan Petugas di Lokasi

Saat dikonfirmasi kembali, Ace membenarkan adanya pungutan per sekali buang yang disebut sebagai retribusi. Ia mengaku hanya mengumpulkan uang dan menyetorkannya ke Bank DKI, meski tidak dapat menunjukkan bukti setoran saat diminta.

Ace juga menyatakan tidak mengetahui secara pasti alur dan dasar hukum retribusi tersebut.
“Saya hanya membantu. Petugas PJLP sudah pulang,” ujarnya.

Ia menegaskan dirinya bukan petugas PJLP, meski berada di lokasi dengan mengenakan seragam DLH.

Ketentuan Resmi Retribusi Sampah DKI Jakarta

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 1 Januari 2025 telah memberlakukan Retribusi Pelayanan Kebersihan berdasarkan Perda DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2024.

Dalam ketentuan tersebut, retribusi:
Dibebankan kepada rumah tangga, bukan penarik gerobak sampah swadaya,
Dipungut secara bulanan, bukan per sekali buang.

Adapun tarif retribusi sampah rumah tangga ditetapkan sebagai berikut:

450–900 VA: Rp0 (gratis/subsidi)
1.300–2.200 VA: Rp10.000/bulan
3.500–5.500 VA: Rp30.000/bulan
≥ 6.600 VA: Rp77.000/bulan

Selain itu, warga yang aktif memilah sampah dan tergabung dalam bank sampah dapat dibebaskan dari kewajiban retribusi. Retribusi tersebut mencakup layanan kebersihan pemerintah, termasuk pengangkutan sampah dari TPS ke TPA.

Catatan Redaksi:
Praktik pungutan per sekali buang di TPS Duren Sawit sebagaimana temuan di lapangan perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang. Pasalnya, skema retribusi kebersihan telah diatur secara jelas dalam peraturan daerah dan tidak membebankan pungutan kepada penarik gerobak sampah swadaya.

Mata Aktual News membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta maupun pihak terkait lainnya, serta akan terus melakukan penelusuran guna memastikan transparansi dan kepastian hukum dalam pelayanan publik.

Reporter: Syahrudin ,Sofyan, Ryan.
Editor: Redaktur

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geruduk Kantor Imigrasi, Aktivis Bongkar Dugaan Permainan KITAS WNA Rusia: “Siapa yang Melindungi Mereka?”
Operasi Parkir Liar Jaktim Memanas, Muncul Dugaan Setoran ke Oknum Petugas
Satpol PP Kecamatan Jatinegara Gelar Operasi Kamis Tertib Trotoar, Tertibkan PKL Hingga Parkir Liar
Pramono Sulap Lahan Tidur Jadi Mesin Uang Jakarta, 7 Investor Langsung Pasang Mata
Kesbangpol Jakbar Gelar Dialog Cinta Seni dan Budaya, Perkuat Persatuan Bangsa
Jalan Bukan Ladang Uang! Pemprov DKI Sapu Bersih Parkir Liar
Buruh Kepung Kemenaker, Teriak: Stop PHK, Jangan Jadikan Pekerja Tumbal Krisis!
Relokasi Warga di Desa Kramat Disorot, Ceceran Tanah Diduga Membahayakan Pengguna Jalan
Berita ini 155 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 22:29 WIB

Geruduk Kantor Imigrasi, Aktivis Bongkar Dugaan Permainan KITAS WNA Rusia: “Siapa yang Melindungi Mereka?”

Senin, 15 Juni 2026 - 22:09 WIB

Operasi Parkir Liar Jaktim Memanas, Muncul Dugaan Setoran ke Oknum Petugas

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:03 WIB

Satpol PP Kecamatan Jatinegara Gelar Operasi Kamis Tertib Trotoar, Tertibkan PKL Hingga Parkir Liar

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:19 WIB

Pramono Sulap Lahan Tidur Jadi Mesin Uang Jakarta, 7 Investor Langsung Pasang Mata

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:59 WIB

Kesbangpol Jakbar Gelar Dialog Cinta Seni dan Budaya, Perkuat Persatuan Bangsa

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights