Cegah Stunting, Pemkab Tangerang Masifkan Gerebek Posyandu 2026

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG | MataAktualNews — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memacu upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan layanan kesehatan dasar masyarakat. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Gerebek Posyandu 2026 yang digelar di Perum Villa Permata Balaraja, Kecamatan Balaraja, Selasa (7/1/2026).

Program ini menjadi bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan fokus pada imunisasi balita, pemantauan pertumbuhan anak, serta peningkatan gizi ibu hamil sebagai langkah preventif menekan angka stunting.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Gerebek Posyandu merupakan penguatan dari kegiatan Posyandu yang sejatinya telah berjalan rutin sejak awal Januari 2026, namun kini dicanangkan secara serentak dan terkoordinasi di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Posyandu sebenarnya sudah berjalan setiap bulan. Namun hari ini kita canangkan secara resmi Gerebek Posyandu sebagai gerakan bersama agar lebih masif dan terukur,” ujar Maesyal Rasyid.

Ia menegaskan, Posyandu memiliki peran strategis karena memberikan layanan kesehatan dasar yang mudah diakses masyarakat, mulai dari imunisasi balita, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga pemeriksaan rutin ibu hamil.

“Posyandu berada di tengah masyarakat. Warga tidak perlu jauh ke Puskesmas atau rumah sakit karena layanan dasar kesehatan tersedia secara gratis di lingkungan mereka,” katanya.

Bupati juga menjelaskan bahwa berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga memiliki enam bidang layanan, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, perlindungan masyarakat, dan sosial.

“Posyandu kini menjadi pusat pelayanan masyarakat terpadu. Model ini akan terus kita sosialisasikan ke desa-desa agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmidzi mengungkapkan bahwa program PMT bagi balita dan ibu hamil didukung oleh berbagai sumber pendanaan, mulai dari Dana Desa, APBD Kabupaten Tangerang, hingga APBN melalui Kementerian Kesehatan.

“PMT penyuluhan bertujuan mendorong partisipasi masyarakat datang ke Posyandu dan bersumber dari Dana Desa. Sedangkan PMT pemulihan diberikan kepada balita bermasalah gizi dan ibu hamil berisiko, dengan pendanaan dari APBD dan APBN,” jelasnya.

Pada tahun 2026, Pemkab Tangerang menargetkan sekitar 12.000 balita bermasalah gizi dan 5.000 ibu hamil berisiko sebagai penerima PMT pemulihan. Seluruh sasaran akan melalui proses skrining di Posyandu untuk menentukan bentuk intervensi yang tepat.

“Intervensinya bisa berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian tablet tambah darah, PMT, hingga rujukan ke rumah sakit apabila diperlukan,” ungkap dr. Hendra.

Ia menambahkan, sejak digulirkan pada 2024, Gerebek Posyandu telah menunjukkan dampak positif. Data Dinas Kesehatan mencatat angka balita berisiko stunting di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan signifikan dari sekitar 17 ribu menjadi 9 ribuan.

“Dengan dukungan camat dan kepala desa, pemetaan balita dan ibu hamil berisiko kini lebih akurat, terutama di wilayah perkampungan yang sebelumnya sulit menjangkau layanan kesehatan,” pungkasnya.

Melalui Gerebek Posyandu 2026, Pemerintah Kabupaten Tangerang optimistis dapat terus menekan angka stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi demi mewujudkan masyarakat Tangerang yang sehat dan berkualitas.

Reporter: Alex Didi
Editor: Anandra

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah
Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan
BPS Genjot Akurasi Sensus Ekonomi 2026, 88 Petugas Tajurhalang Diminta Jaga Integritas Data
Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor
Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos
Gudang 2 Lantai di Kosambi Diduga Tak Sesuai PBG, Lurah dan Satpol PP Saling Lempar Kewenangan
Anggaran Rp4,2 Miliar untuk Alat Kantor DPMD Bogor Dipertanyakan, GPII: Desa Masih Banyak yang Butuh!
Truk Tanah Diduga Langgar Jam Operasional, Kecelakaan di Pakuhaji Kembali Jadi Sorotan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:43 WIB

Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:44 WIB

BPS Genjot Akurasi Sensus Ekonomi 2026, 88 Petugas Tajurhalang Diminta Jaga Integritas Data

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:12 WIB

Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:10 WIB

Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights