Bancakan Anggaran di Lebak? KPKB: Jangan Sampai Rakyat Cuma Jadi Korban Slogan Bersih

- Jurnalis

Rabu, 2 Juli 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak — Mata Aktual News.com
Dugaan korupsi berjamaah di lingkungan Pemkab Lebak kembali mencuat. LSM Kumpulan Pemantau Korupsi Banten Bersatu (KPKB) membongkar sederet temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dianggap mangkrak tanpa penyelesaian. Potensi kerugian negara? Puluhan miliar rupiah!

Koordinator Nasional KPKB, Zefferi, tak main-main. Ia menuding ada indikasi bancakan anggaran secara sistemik. “Temuan BPK yang dibiarkan begitu saja, terutama di proyek infrastruktur dan retribusi daerah, itu bukan lagi soal keteledoran. Ada aroma korupsi yang menyengat,” kata Zefferi dalam pernyataan resminya di Sekretariat KPKB, Jakarta Selatan, Selasa (1/7).

Salah satu proyek janggal adalah pembangunan Jalan Ciparay–Cikumpay yang disebut-sebut kelebihan bayar Rp10,06 miliar, plus denda keterlambatan Rp2,94 miliar. Bukan cuma itu, proyek lain seperti belanja jalan dan irigasi dari 2020–2024 pun dinilai penuh kejanggalan. Total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp2,76 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak cukup di situ, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Lebak juga kena sorot. Retribusi pasar senilai Rp400 juta lebih diduga belum disetor ke kas daerah. “Ini bukan urusan kecil. Kalau dibiarkan, rakyat cuma dapat jalan rusak dan pasar kumuh,” sindir Zefferi.

KPKB pun tak tinggal diam. Mereka tengah menyiapkan laporan resmi ke Kejaksaan Tinggi Banten dan KPK RI. Zefferi menegaskan: “Kalau kejaksaan atau KPK tak segera turun, wajar kalau publik menduga ada backing kuat di balik semua ini.”

Ia mengingatkan bahwa membiarkan temuan BPK mengendap sama artinya dengan melegalkan pencurian uang negara.

“Jangan biarkan Lebak jadi contoh buruk. Ini bukan soal politik, ini soal keadilan buat rakyat yang tiap hari bayar pajak tapi infrastruktur tetap bobrok,” tandasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Pemkab Lebak masih memilih diam seribu bahasa.

(Red)

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dishub DKI Jakarta Fokus Benahi Tata Kelola dan Tertibkan Parkir Liar, Tegaskan Tak Ada kenaikan Tarif Parkir
Dishub DKI Jakarta Resmi Luncurkan Call Center 1500813 di HBKB, Warga Diajak Hadir
Diskusi Desil dan Layanan JakEvo, Warga RW 001 Jatinegara Diberi Edukasi Soal Bansos dan Pelayanan Publik
Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah
Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan
BPS Genjot Akurasi Sensus Ekonomi 2026, 88 Petugas Tajurhalang Diminta Jaga Integritas Data
Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor
Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:56 WIB

Dishub DKI Jakarta Fokus Benahi Tata Kelola dan Tertibkan Parkir Liar, Tegaskan Tak Ada kenaikan Tarif Parkir

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Dishub DKI Jakarta Resmi Luncurkan Call Center 1500813 di HBKB, Warga Diajak Hadir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:51 WIB

Diskusi Desil dan Layanan JakEvo, Warga RW 001 Jatinegara Diberi Edukasi Soal Bansos dan Pelayanan Publik

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:43 WIB

Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights