Antam Raup Triliunan, Aktivis Soroti Nasib Warga Sekitar Tambang Pongkor

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Mata Aktual News — Di tengah lonjakan pendapatan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), kondisi sosial masyarakat di sekitar tambang emas Pongkor, Kabupaten Bogor Barat, kembali menjadi sorotan. Aktivis lingkungan menilai keuntungan besar perusahaan belum berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan warga setempat.

PT Antam mengungkapkan bahwa cadangan emas di tambang bawah tanah Pongkor kini tersisa sekitar 5 ton, meskipun wilayah tersebut masih memiliki sumber daya emas sekitar 26 ton. Tambang ini disebut telah memasuki fase pascatambang, namun aktivitas produksi masih berjalan sesuai rencana perusahaan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arianto Sabtonugroho, menyampaikan bahwa produksi emas di Pongkor dijaga pada kisaran 1 ton per tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini konsisten dengan main plan kami untuk memproduksi sisa cadangan yang tersisa sekitar 5 ton,” ujar Arianto dalam acara public expose, Kamis (11/9/2025).

Ia menambahkan, realisasi produksi emas dari blok Pongkor telah mencapai sekitar 400 kilogram sepanjang Januari hingga Juni 2025, dengan target 1 ton hingga akhir tahun. Namun, Antam menegaskan fokus utama bisnis perseroan saat ini berada pada sektor manufaktur dan penjualan emas batangan.

Dari sisi kinerja keuangan, Antam mencatat lonjakan signifikan pada semester I-2025. Penjualan emas meningkat 163 persen secara tahunan menjadi Rp49,54 triliun, atau setara 84 persen dari total pendapatan perusahaan. Seiring menipisnya cadangan emas dalam negeri, Antam juga mengakui ketergantungan terhadap impor, dengan komposisi pasokan 78 persen impor dan 22 persen produksi domestik.
(Sumber: Bloomberg Technoz)

Di balik capaian finansial tersebut, aktivis lingkungan Matahari, Zefferi, menilai keberadaan tambang emas Pongkor belum memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di Bogor Barat.

“Pendapatan Antam sangat besar, tetapi hasil pemantauan kami di lapangan menunjukkan masih banyak warga hidup dalam kondisi memprihatinkan. Ada yang bergantung pada bantuan pemerintah, kasus gizi buruk masih ditemukan, dan pengangguran tetap tinggi,” kata Zefferi kepada Mata Aktual News. Rabu (21/1/2026)

Menurutnya, kondisi ini bertentangan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Ia menegaskan, apabila keberadaan perusahaan tambang tidak mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, maka perlu dilakukan evaluasi serius terhadap keberlanjutan operasionalnya.

Dorongan Evaluasi Menyeluruh
Sejumlah aktivis dan elemen masyarakat kini mendorong pemerintah serta pemangku kepentingan terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas tambang emas Antam di Pongkor. Evaluasi tersebut dinilai penting, tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga mencakup:
kesejahteraan masyarakat sekitar tambang,
dampak lingkungan pascatambang,
keadilan sosial dan ekonomi, serta
efektivitas program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Isu ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik seiring meningkatnya tuntutan transparansi, akuntabilitas, serta pemenuhan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan kesejahteraan yang berkeadilan.

Reporter: M. Rojai
Editor: Redaktur

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Ketuk Palu UU Ketenagakerjaan Disahkan, Pengusaha Jangan Main-main
Menteri Kanan Kamboja Buka Konferensi “Ummah Terbaik” ASEAN ke-4
Jaga Keselamatan Bersama, Hasbiallah Ilyas Ajak Warga Tetap Tenang dan Waspada
KPK Didesak Jangan Main Rem! PMBB: Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Bogor, Warga Ancam Mogok Bayar Pajak
Siswi MTsS Muhammadiyah Kampung Tangah Disambut Hangat Usai Ikuti Jambore Nasional XII 2026
Dasco Taruhkan Jabatan demi RUU Perampasan Aset, JMI Desak Asas Retroaktif
Budaya Menjadi Jembatan Kemanusiaan, Renee Partina Hadiri Pameran “Living the War: Children”
TNI-Polri Kawal Ketat Demo Tolak Kenaikan BBM di Ciputat, Sempat Memanas hingga Bakar Ban
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:00 WIB

DPR Ketuk Palu UU Ketenagakerjaan Disahkan, Pengusaha Jangan Main-main

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:28 WIB

Menteri Kanan Kamboja Buka Konferensi “Ummah Terbaik” ASEAN ke-4

Senin, 7 September 2026 - 18:59 WIB

Jaga Keselamatan Bersama, Hasbiallah Ilyas Ajak Warga Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 4 September 2026 - 17:19 WIB

KPK Didesak Jangan Main Rem! PMBB: Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Bogor, Warga Ancam Mogok Bayar Pajak

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Siswi MTsS Muhammadiyah Kampung Tangah Disambut Hangat Usai Ikuti Jambore Nasional XII 2026

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights