ASN DKI “Alergi” terhadap Pemimpin Lulusan STPDN, Ini Analisis Jakarta Institute

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Aktual News — Fenomena ketidaknyamanan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) DKI Jakarta terhadap pemimpin berlatar belakang Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) atau Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ternyata bukan sekadar soal almamater. Di baliknya, terdapat benturan kultur birokrasi modern dengan gaya kepemimpinan komando yang dinilai sulit beradaptasi dengan ritme kerja di ibu kota.

Hal itu diungkapkan Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute, dalam keterangannya kepada Mata Aktual News, Senin (7/10/2025). Ia menilai, resistensi ASN terhadap figur lulusan STPDN/IPDN muncul karena perbedaan paradigma dan karakter kepemimpinan yang cukup mencolok.

“ASN DKI sudah terbiasa dengan kerja kolaboratif, berbasis data, dan penuh dialog. Sedangkan lulusan STPDN dibentuk dalam sistem yang menekankan komando tunggal dan disiplin hierarkis. Dua dunia ini sering berbenturan dalam praktik,” ujar Agung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Agung, gaya kepemimpinan komando cocok diterapkan di daerah yang masih memiliki kultur sosial paternalistik—di mana pemimpin dianggap sebagai figur pengarah tunggal. Namun di Jakarta, dengan dinamika sosial-ekonomi yang kompleks, gaya tersebut justru berpotensi menciptakan jarak antara pimpinan dan ASN.

“Begitu model komando diterapkan di birokrasi perkotaan, banyak ASN merasa kehilangan ruang berekspresi. Mereka tidak menolak disiplin, tetapi menolak jika kreativitasnya dikebiri,” tambahnya.

Agung juga menilai, dinamika ini tidak lepas dari konteks politik menjelang Pilgub DKI. Ia menyoroti bahwa penempatan figur STPDN di jabatan strategis kerap ditafsirkan sebagai sinyal politik dari pusat.

“Di DKI, rotasi pejabat jarang murni administratif. ASN di sini sangat peka membaca arah politik kekuasaan,” tegasnya.

Sebagai laboratorium reformasi birokrasi nasional, Jakarta selama ini dikenal dengan sistem kerja yang transparan, berbasis teknologi, dan diawasi publik secara ketat. Karena itu, muncul kekhawatiran bahwa gaya kepemimpinan berbasis loyalitas personal bisa membawa birokrasi DKI kembali ke era lama yang tertutup dan feodal.

“Resistensi ini bukan soal benci pada STPDN, tapi soal menjaga agar birokrasi tetap modern, meritokratis, dan bebas dari kepentingan politik jangka pendek,” tutur Agung.

Lebih jauh, Agung menilai ASN di DKI memiliki identitas profesional yang kuat. Mereka memandang diri sebagai mitra kebijakan yang berpikir dan berinisiatif, bukan bawahan pasif.

“Pemimpin yang datang dengan gaya otoriter mungkin akan dipatuhi secara formal, tapi bukan secara moral. Mereka akan diam—dan mesin birokrasi berhenti berjalan,” ujarnya.

Sebaliknya, lanjutnya, jika pemimpin mengedepankan kolaborasi dan keterbukaan, semangat ASN akan muncul secara sukarela.

“Memimpin kota modern itu bukan soal barisan apel pagi, tapi kemampuan menghidupkan ruang diskusi dan ide. Di Jakarta, yang dibutuhkan adalah pemimpin yang rasional, terbuka, dan memahami kompleksitas perkotaan,” pungkas Agung.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Majelis Taklim Al Khoiriyah RW 007 Tawaqqufan Sambut Ramadhan
FORMULA Resmi Bergabung dengan MUI, Perkuat Sinergi Umat Islam
Ketua Siskomas Jatinegara Apresiasi Peran Pers pada HPN 2026
MT Al Qodariyah Hentikan Sementara Pengajian Jelang Ramadhan 1447 H
Milad ke-45, BKMT Gelar Pasar Gratis untuk Seribu Penerima Manfaat
Kepala Satpol PP Jatinegara Tinjau Langsung Genangan Air di Jalan DI Panjaitan
Musholla Baitul Muqorribin Gelar Tawaqufan dan Rowahan Sambut Ramadan
Diguyur Hujan, Warga RW 03 Cipinang Besar Utara Tetap Kerja Bakti Massal
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:17 WIB

Majelis Taklim Al Khoiriyah RW 007 Tawaqqufan Sambut Ramadhan

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:52 WIB

FORMULA Resmi Bergabung dengan MUI, Perkuat Sinergi Umat Islam

Senin, 9 Februari 2026 - 17:12 WIB

Ketua Siskomas Jatinegara Apresiasi Peran Pers pada HPN 2026

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:45 WIB

MT Al Qodariyah Hentikan Sementara Pengajian Jelang Ramadhan 1447 H

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:50 WIB

Milad ke-45, BKMT Gelar Pasar Gratis untuk Seribu Penerima Manfaat

Berita Terbaru

P0LRI

Kapolres Tangerang Kota Rangkul Media, Santuni Anak Yatim

Kamis, 26 Feb 2026 - 20:06 WIB

Pemerintahan

JATA: Eksploitasi Air Tanah di Jakarta Picu Kerusakan Masif

Kamis, 26 Feb 2026 - 05:13 WIB

Verified by MonsterInsights