JAKARTA, Mata Aktual News – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Komisi Ukhuwah Islamiyah pada 29–30 Juni 2026 di Gedung B.J. Habibie, BRIN, Jakarta. Forum ini menjadi wadah memperkuat sinergi antarorganisasi kemasyarakatan Islam dalam merumuskan strategi menjaga persatuan umat, mencegah konflik sosial keagamaan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya mantan Wakil Presiden RI Dr. (H.C.) Drs. H. M. Jusuf Kalla, Wakil Ketua DPR RI, Menteri Hukum, Kapolri, Menteri Agama, para pimpinan ormas Islam, akademisi, serta peneliti BRIN.
Acara dibuka pada Senin (29/6) dengan keynote speech dari Jusuf Kalla yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial dan global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu agenda utama dalam forum ini adalah pembahasan Strategi Pencegahan Konflik Sosial Keagamaan. Dalam sesi tersebut, Menteri Hukum, Kapolri, dan Menteri Agama membahas implementasi ketentuan Bab VII KUHP yang mengatur tindak pidana dalam kehidupan beragama sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan dan mencegah potensi konflik di masyarakat.
Diskusi yang dimoderatori Syamsul Qomar itu juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan dalam menciptakan kehidupan beragama yang damai, toleran, dan harmonis.
Tak hanya membahas persoalan hukum dan sosial, forum ini juga mengangkat pentingnya riset dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah. Melalui sesi BRIN Goes to Society, Prof. Dr. K.H. M. Sirajuddin Syamsudin bersama Dr. K.H. M. Zaitun Rasmin memaparkan bagaimana pendekatan berbasis data dan penelitian dapat menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan yang mampu menjaga persatuan umat.
Pada penghujung hari pertama, pembahasan berlanjut pada isu ketahanan dan kemandirian pangan umat. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., hadir bersama perwakilan Komisi Ukhuwah Islamiyah dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Jawa Timur untuk berbagi pengalaman mengenai penguatan program ketahanan pangan berbasis kolaborasi masyarakat.
Ketua Pelaksana kegiatan, H. Agus Sudono, S.Pd.I., M.Si., mengatakan kolaborasi MUI dan BRIN merupakan langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan bangsa melalui pendekatan ilmiah yang menghasilkan kebijakan terukur.
“Silaturahmi ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ikhtiar bersama untuk menerjemahkan nilai-nilai ukhuwah ke dalam langkah nyata. Kami berharap hasil forum ini dapat menjadi pedoman bagi ormas Islam di seluruh Indonesia dalam menjaga harmoni sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Memasuki hari kedua, Selasa (30/6), agenda difokuskan pada pemaparan hasil Indeks Ukhuwah oleh Tim Pokja BRIN, pembahasan mekanisme pendanaan riset keagamaan, hingga sidang komisi yang dipimpin Ketua dan Sekretaris Komisi Ukhuwah Islamiyah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyusunan deklarasi bersama serta rencana tindak lanjut yang akan menjadi acuan bagi organisasi kemasyarakatan Islam dalam memperkuat persatuan, meningkatkan kolaborasi berbasis riset, dan mendukung pembangunan nasional.
Melalui forum ini, MUI dan BRIN menegaskan komitmen untuk membangun harmoni kebangsaan yang damai, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mendorong lahirnya berbagai kebijakan berbasis ilmu pengetahuan demi kemaslahatan umat dan bangsa.
Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi









