Menakar Peluang Gatot Nurmantyo Jadi Menko Polkam di Kabinet Prabowo

- Jurnalis

Minggu, 14 September 2025 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Aktual News – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo kembali mencuat dalam bursa calon Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) di kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, posisi Menko Polkam dijabat sementara (ad interim) oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, usai Presiden Prabowo melakukan reshuffle kabinet dan memberhentikan Budi Gunawan (BG) pada Senin (8/9/2025). Sjafrie akan mengisi posisi tersebut hingga dilantiknya Menko Polkam definitif.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman, menilai peluang Gatot cukup besar. Menurutnya, faktor kedekatan dengan Presiden Prabowo menjadi modal utama yang memperkuat nama Gatot dalam bursa Menko Polkam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kedekatan Gatot dengan Presiden Prabowo tentu menjadi pertimbangan penting. Apalagi rekam jejaknya sebagai Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) membuatnya memiliki kapasitas dalam mengelola isu pertahanan dan keamanan nasional,” jelas Airlangga kepada wartawan, Sabtu (14/9/2025).

Selain faktor personal, menurut Airlangga, sosok Gatot juga dinilai memiliki pengalaman strategis dalam mengelola dinamika politik keamanan, baik di lingkup nasional maupun regional. Hal ini membuatnya relatif bisa diterima oleh berbagai kalangan, terutama dalam konteks menjaga stabilitas pemerintahan.

Meski demikian, penunjukan Menko Polkam tetap menjadi hak prerogatif Presiden. Publik kini menanti siapa figur yang akan dipilih untuk memegang kendali koordinasi di bidang politik, hukum, dan keamanan, mengingat posisi tersebut sangat krusial dalam menopang agenda strategis pemerintahan Prabowo.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati
FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026
Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras
KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
VIDEO: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisir, Publik Murka
Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin: Indonesia Harus Siap Mundur dari BOP Jika Prinsip Perdamaian Dilanggar
PENGUMUMAN STOP PERS
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:08 WIB

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati

Kamis, 9 April 2026 - 02:28 WIB

FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026

Rabu, 8 April 2026 - 18:09 WIB

Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 02:39 WIB

KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:57 WIB

Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights