Budi Gunawan: Dari Calon Kapolri Gagal Hingga Dicopot Prabowo

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 00:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Aktual News – Karier panjang Budi Gunawan di panggung nasional berakhir di Kabinet Merah Putih. Belum genap setahun menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Presiden Prabowo Subianto memberhentikan pria kelahiran Surakarta, 11 Desember 1959 itu dalam reshuffle kabinet, Senin (8/9/2025).

Budi Gunawan menjadi satu-satunya menteri koordinator yang dicopot Prabowo sejak dilantik pada 21 Oktober 2024. Keputusan ini menandai titik balik perjalanan seorang jenderal purnawirawan yang pernah menempati posisi strategis sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri hingga Joko Widodo.

Karier Panjang dan Kontroversi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1983 ini dikenal dekat dengan Megawati. Ia sempat menjabat sejumlah posisi penting di kepolisian, sebelum kemudian masuk ke lingkaran kekuasaan pemerintahan.

Namanya melejit ke publik pada Januari 2015 ketika Presiden Jokowi mengajukannya sebagai calon tunggal Kapolri. DPR RI bahkan telah meloloskan uji kelayakan dan kepatutan. Namun, rencana pelantikan itu kandas setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus rekening gendut.

Budi melawan dengan praperadilan dan menang. Status tersangkanya gugur dan kasus dihentikan. Meski demikian, polemik itu membuatnya gagal memimpin Polri. Jokowi akhirnya menunjuk Badrodin Haiti sebagai Kapolri.

Setelah itu, Budi ditunjuk sebagai Wakapolri, lalu beralih menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2016. Posisi ini ia emban cukup lama hingga dipercaya Prabowo sebagai Menko Polhukam pada 2024.

Tamat di Era Prabowo

Meski sempat mengisi kursi penting dalam kabinet, perjalanan Budi Gunawan bersama Prabowo tidak berlangsung lama. Pencopotannya pada 8 September 2025 menutup satu bab penting dari karier panjang seorang perwira polisi yang namanya tak lepas dari sorotan publik, baik karena prestasi maupun kontroversi.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati
FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026
Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras
KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
VIDEO: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisir, Publik Murka
Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin: Indonesia Harus Siap Mundur dari BOP Jika Prinsip Perdamaian Dilanggar
PENGUMUMAN STOP PERS
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:08 WIB

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati

Kamis, 9 April 2026 - 02:28 WIB

FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026

Rabu, 8 April 2026 - 18:09 WIB

Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 02:39 WIB

KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:57 WIB

Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights