TANGERANG | Mata Aktual News – Keluarga pasien di RSUD Pakuhaji mengeluhkan keterbatasan armada ambulans yang dinilai menghambat proses pemulangan jenazah. Peristiwa ini dialami keluarga almarhum Sueb (50), yang harus beradu argumen terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit ketika hendak membawa pulang jenazah anaknya pada Selasa (13/8/2025).
Sueb menuturkan, dirinya sempat ditolak menggunakan ambulans RSUD Pakuhaji dengan alasan seluruh unit sedang dipakai. “Saya diminta menunggu karena ambulans sedang mengantar jenazah lain ke wilayah Cikupa. Masa rumah sakit sebesar ini ambulansnya terbatas? Kami sudah berduka, malah harus berdebat untuk sekadar memulangkan jenazah anak saya,” ujarnya.
Kekecewaan juga datang dari Juriyah, kader kesehatan Desa Kramat, yang turut mendampingi keluarga pasien. Menurutnya, rumah sakit seharusnya mengutamakan empati dan pelayanan, bukan justru memperkeruh suasana duka. “Saya melihat sendiri ada satu ambulans yang terparkir, tetapi pihak rumah sakit beralasan unit tersebut khusus untuk pasien, bukan untuk jenazah. Sikap ini tidak pantas ditunjukkan di saat keluarga sedang berduka,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Juriyah menambahkan, RSUD Pakuhaji seharusnya memiliki armada ambulans yang memadai mengingat statusnya sebagai rumah sakit daerah dengan cakupan pelayanan luas. “Kami berharap ada penambahan armada dan kebijakan yang lebih fleksibel dalam kondisi darurat. Jangan sampai keluarga pasien yang sudah kehilangan, masih dibebani masalah teknis seperti ini,” katanya.
Minimnya armada ambulans di RSUD Pakuhaji juga menimbulkan pertanyaan besar terkait keseriusan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Rumah sakit daerah seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan publik, bukan malah menjadi sumber keluhan masyarakat. Kondisi ini memperlihatkan lemahnya pengawasan dan perencanaan anggaran kesehatan oleh Pemkab Tangerang.
Publik menilai, jika urusan ambulans saja tidak mampu dipenuhi, bagaimana Pemkab bisa menjamin pelayanan kesehatan yang lebih kompleks? Ini adalah alarm keras bagi Bupati Tangerang dan jajaran Dinas Kesehatan untuk segera berbenah, sebelum kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan daerah benar-benar runtuh.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Pakuhaji maupun Pemkab Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.
Penulis: Dian Pramudja
Editor: Merry WM







