Layanan Jalan, Akar Masalah Kesehatan Jakarta Masih Mandek

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 02:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mata Aktual News– Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta patut diberi catatan hijau karena mampu menjaga layanan kesehatan tetap berjalan sepanjang 2025. Tapi jangan buru-buru bertepuk tangan. Di balik layanan yang relatif aman, persoalan kesehatan Jakarta yang bersifat struktural justru tak kunjung disentuh.

Ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan, menilai capaian Dinkes DKI baru sebatas menjaga mesin layanan agar tidak mogok. Padahal, sumber penyakit warga Jakarta terus diproduksi oleh polusi udara, kepadatan hunian, dan lingkungan yang semrawut.

“Menjaga layanan tetap berjalan memang penting. Tapi kalau akar masalahnya tidak dibenahi, rumah sakit hanya akan terus menampung dampak,” ujar Tian, Kamis (8/1/1026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang 2025, Dinkes DKI dinilai berhasil memperluas akses layanan lewat penguatan puskesmas dan program pemeriksaan kesehatan gratis.

Partisipasi warga pun meningkat. Namun, lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) justru menjadi alarm keras bahwa kebijakan kesehatan masih sibuk memadamkan api, bukan mencegahnya.

“ISPA melonjak setiap tahun. Artinya, masalah polusi dan lingkungan masih dibiarkan,” tegasnya.

Pola yang sama juga terjadi pada demam berdarah. Saat kasus naik, respons cepat dilakukan. Fogging digelar, petugas turun ke lapangan. Tapi begitu kasus mereda, pencegahan jangka panjang kembali mengendur.

“Kalau lingkungan tidak dibereskan, Jakarta akan terus berputar di lingkaran penyakit musiman,” kata Tian.

Masalah lain yang terus memicu kegaduhan publik adalah layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Aturan kegawatdaruratan secara medis memang perlu. Namun di lapangan, lemahnya komunikasi dan rujukan membuat kebijakan itu kerap dianggap sebagai penolakan pasien.

“Bagi warga, rasa sakit itu selalu darurat. Kalau negara gagal menjelaskan, konflik akan terus terjadi,” ujarnya.

Tian menilai akar persoalan IGD ada pada layanan primer yang belum sepenuhnya kuat. Selama puskesmas belum mampu menangani keluhan ringan hingga menengah secara cepat dan nyaman, IGD akan terus menjadi tempat pelampiasan semua masalah kesehatan.

Ketimpangan layanan antarwilayah Jakarta juga belum tuntas. Beban kerja tenaga kesehatan tinggi, waktu tunggu panjang, sementara layanan kesehatan jiwa dan penyakit kronis masih minim.
“Ini bom waktu. Kalau dibiarkan, kepercayaan publik bisa runtuh,” tandasnya.

Memasuki 2026, Tian mendesak Dinas Kesehatan DKI Jakarta berani keluar dari zona nyaman. Tidak sekadar menjaga layanan, tetapi menjadi motor kebijakan kesehatan perkotaan yang menekan polusi, memperbaiki lingkungan, dan melindungi kelompok rentan.

“Layanan boleh jalan. Tapi kalau sumber penyakit tetap dibiarkan, Jakarta hanya akan terus menambal luka lama,” pungkasnya.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Anandra

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIV/AIDS Tak Bisa Ditangani Sendirian, Karisma Gebrak Kolaborasi Lintas Sektor di Jakarta Pusat
HUT ke-64 Sumber Waras, Bazar Gratis Bikin Warga Sumringah! 36 Tenan Berbagai Sembako hingga Hiburan
Ratusan Butir Obat Keras Ilegal Disita, Dua Pengedar Diciduk di Kosambi
Ibu Hamil Kehilangan Janin, Rekan Indonesia Desak Evaluasi Total Layanan Darurat Ibu dan Anak
Pasien Keluhkan RS Uni Medika: Kamar Ada Tapi Tak Kunjung Diberikan, Urusan Administrasi Bikin Geram
RS Pakuhaji Rayakan HUT ke-8, Teguhkan Komitmen “Tumbuh Bersama Melayani dengan Ikhlas”
Sixfeo Football Warnai HUT ke-8 RSUD Pakuhaji, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Wamen HAM Nilai Aduan Rekan Indonesia soal Permenkes Kegawatdaruratan Sudah Tepat
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:36 WIB

HIV/AIDS Tak Bisa Ditangani Sendirian, Karisma Gebrak Kolaborasi Lintas Sektor di Jakarta Pusat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:53 WIB

HUT ke-64 Sumber Waras, Bazar Gratis Bikin Warga Sumringah! 36 Tenan Berbagai Sembako hingga Hiburan

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:38 WIB

Ratusan Butir Obat Keras Ilegal Disita, Dua Pengedar Diciduk di Kosambi

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:25 WIB

Ibu Hamil Kehilangan Janin, Rekan Indonesia Desak Evaluasi Total Layanan Darurat Ibu dan Anak

Selasa, 28 April 2026 - 00:00 WIB

Pasien Keluhkan RS Uni Medika: Kamar Ada Tapi Tak Kunjung Diberikan, Urusan Administrasi Bikin Geram

Berita Terbaru

Pendidikan

IKA UNJ Dorong Guru Jadi Kompas Moral di Tengah Badai Digital

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:56 WIB

Verified by MonsterInsights