Ribuan Tower Internet ‘Numpang’ di Lahan Publik DKI, Aktivis: Ini Jakarta, Bukan Halaman Belakang Vendor!.

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Aktual News, Jakarta– Ribuan menara internet menjulang gagah di atas lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang seharusnya menjadi ruang publik (Pasos-Fasum). Alih-alih taman atau fasilitas warga, yang tampak justru deretan menara logam tinggi milik swasta, berdiri angkuh tanpa kejelasan kontribusi terhadap kas daerah.

Jakarta Barat disebut sebagai “raja tower”, dengan konsentrasi tertinggi berada di Jalan Peternakan II, Jalan Kembangan Raya, dan Jalan Daan Mogot. Apakah warga di sana butuh internet atau cuma butuh ruang terbuka, tampaknya tak jadi prioritas.

Zeffri, Sekretaris Jenderal Kumpulan Pemantauan Korupsi Bersatu (KPKB), mengaku geram. Ia mengatakan telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Penjabat Gubernur DKI untuk membahas maraknya menara tanpa izin jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya, saya baru saja kirim surat ke Gubernur. Kita ingin tahu, ini Jakarta atau tempat parkir bisnis gelap?” ujar Zeffri, Rabu (21/5/2025).

Ia menduga, keberadaan tower-tower ini tak disertai nota kesepahaman (MoU) resmi dengan Pemprov DKI. Artinya, para vendor bisa saja sedang “menumpang” gratis di lahan negara, tanpa membayar sewa atau menyumbang sepeser pun ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau ada MoU, harusnya ada uang masuk. Tapi kalau semua diam, jangan-jangan lahan publik sudah jadi ATM pribadi,” sindirnya tajam.

Zeffri menegaskan, sebagai warga Jakarta, ia hanya ingin memastikan aset daerah tidak berubah fungsi menjadi ‘kavling bisnis’ tanpa pertanggungjawaban.

“Kalau uang sewanya jelas, rakyat bisa ikut merasakan. Tapi kalau hanya segelintir yang menikmati, itu namanya bukan pemanfaatan, tapi penghisapan,” tambahnya.

KPKB meminta Pemprov DKI tidak tutup mata dan segera mengaudit seluruh tower internet di lahan Pasos-Fasum. “Ini soal transparansi dan keberpihakan. Jangan sampai Jakarta berubah jadi kota menara, tapi rakyat tetap di bawah bayang-bayang,” tutup Zeffri.

Penulis: Syahrudin Akbar
Editor: Merry WM

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dishub DKI Jakarta Fokus Benahi Tata Kelola dan Tertibkan Parkir Liar, Tegaskan Tak Ada kenaikan Tarif Parkir
Dishub DKI Jakarta Resmi Luncurkan Call Center 1500813 di HBKB, Warga Diajak Hadir
Diskusi Desil dan Layanan JakEvo, Warga RW 001 Jatinegara Diberi Edukasi Soal Bansos dan Pelayanan Publik
Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah
Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan
BPS Genjot Akurasi Sensus Ekonomi 2026, 88 Petugas Tajurhalang Diminta Jaga Integritas Data
Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor
Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:56 WIB

Dishub DKI Jakarta Fokus Benahi Tata Kelola dan Tertibkan Parkir Liar, Tegaskan Tak Ada kenaikan Tarif Parkir

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Dishub DKI Jakarta Resmi Luncurkan Call Center 1500813 di HBKB, Warga Diajak Hadir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:51 WIB

Diskusi Desil dan Layanan JakEvo, Warga RW 001 Jatinegara Diberi Edukasi Soal Bansos dan Pelayanan Publik

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:43 WIB

Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights