Jakarta, Mataaktualnews — Dugaan praktik pemalsuan dokumen dalam pemberangkatan tenaga kerja Indonesia (TKI) kembali mencuat. Kali ini, sorotan mengarah ke PT Cristal Biru Meuligo (CBM) yang diduga memberangkatkan seorang pekerja ke Taiwan menggunakan berkas bermasalah.

Mustamirlen, suami dari Holiyah, mengaku mengalami kekecewaan mendalam setelah menemukan tanda tangan dirinya diduga dipalsukan dalam dokumen izin keberangkatan sang istri.
“Saya tidak pernah menandatangani berkas apa pun. Tapi sekarang muncul tanda tangan atas nama saya di surat izin. Ini jelas pemalsuan,” tegas Mustamirlen, Senin (4/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Holiyah diketahui berangkat ke Taiwan melalui PT CBM yang beralamat di wilayah Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Namun, proses administrasi keberangkatan tersebut diduga sarat kejanggalan.
Mustamirlen menjelaskan, dirinya sempat mendatangi kantor PT CBM pada Jumat (1/3/2026). Namun karena bertepatan dengan hari libur nasional, ia diminta kembali di hari lain untuk melakukan klarifikasi dan pencocokan data dengan pihak perusahaan.
Dalam pertemuan lanjutan, pihak perusahaan melalui staf Manager Marketing, Ahmad Sodikin, membenarkan bahwa Holiyah memang diberangkatkan melalui PT CBM. Namun, pihak perusahaan menolak menunjukkan dokumen yang diminta.
“Kami tidak bisa mengeluarkan berkas tersebut tanpa izin dari yang bersangkutan,” ujar Ahmad Sodikin.
Jawaban tersebut justru memicu kekecewaan lebih dalam. Mustamirlen menilai pihak perusahaan tidak kooperatif dan mengingkari janji untuk membuka data secara transparan.
“Kalau memang mau adu data, kenapa hanya berkas saya yang diperiksa? Kenapa mereka tidak mau menunjukkan dokumen dari pihak mereka? Ini tidak adil. Saya curiga ada yang ditutupi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa tanda tangan dalam dokumen tersebut sangat berbeda dengan miliknya. Menurutnya, hal ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan dugaan tindak pidana serius.
“Ini bukan kesalahan kecil. Ini dugaan pemalsuan dokumen yang sangat serius,” tambahnya.
Setelah pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam, pihak PT CBM berjanji akan memberikan klarifikasi lanjutan. Namun hingga kini, kepastian tersebut belum diterima.
Tak tinggal diam, Mustamirlen menyatakan akan membawa kasus ini ke jalur hukum dan menyeret seluruh pihak yang diduga terlibat.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap perusahaan penyalur tenaga kerja, guna mencegah praktik-praktik ilegal yang merugikan calon pekerja maupun keluarga mereka.
Reporter: Piye
Editor: Redaksi








