JAKARTA | MataAktualNews — Komite Mahasiswa dan Rakyat untuk Demokrasi (KOMRAD) menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan agresi militer Amerika Serikat (AS) ke Republik Bolivarian Venezuela. Organisasi tersebut menilai tindakan tersebut bukan semata konflik geopolitik, melainkan bagian dari dinamika konflik kelas global yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi dan kapital internasional.
Juru Bicara KOMRAD, Asep Nurdin, dalam pernyataan tertulis yang diterima Mata Aktual News, Jumat (3/1/2026), menyatakan bahwa agresi militer yang dituduhkan kepada AS mencerminkan praktik imperialisme modern yang menurutnya masih berlangsung hingga saat ini.
“Kami memandang agresi ini bukan persoalan demokrasi atau hak asasi manusia, melainkan upaya pengamanan kepentingan ekonomi, terutama sumber daya strategis Venezuela seperti minyak dan mineral,” ujar Asep.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Asep, narasi keamanan, stabilitas kawasan, serta isu pergantian rezim yang kerap dikemukakan oleh negara-negara besar dinilai KOMRAD sebagai pembenaran politik atas intervensi terhadap negara berdaulat. Ia menilai praktik tersebut bertentangan dengan prinsip hukum internasional dan kedaulatan nasional.
KOMRAD juga menegaskan dukungannya terhadap rakyat Venezuela yang, menurut organisasi itu, berjuang mempertahankan kedaulatan negaranya. Asep menyebut bahwa dalam konflik internasional semacam ini, sikap netral sering kali justru mengaburkan akar persoalan.
“Mengaburkan siapa pelaku dan siapa korban berisiko melegitimasi praktik dominasi dan intervensi,” katanya.
Dalam pernyataan resminya, KOMRAD menyatakan solidaritas kepada rakyat Venezuela serta kelompok-kelompok progresif di berbagai belahan dunia yang menentang dominasi ekonomi global. Organisasi tersebut menilai apa yang terjadi di Venezuela memiliki keterkaitan dengan perjuangan rakyat di Amerika Latin, Asia, dan Afrika.
Selain mengecam agresi militer, KOMRAD juga menyerukan penghentian sanksi ekonomi sepihak terhadap Venezuela serta mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap politik luar negeri yang tegas menolak imperialisme dan intervensi asing.
KOMRAD mengajak mahasiswa, buruh, petani, dan elemen masyarakat lainnya untuk membangun solidaritas internasional sebagai bentuk perlawanan terhadap ketimpangan global.
“Perang dan penindasan akan terus terjadi selama sistem yang melahirkannya tidak diubah. Kesadaran dan organisasi rakyat menjadi kunci pembebasan,” pungkas Asep.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait tudingan agresi militer sebagaimana disampaikan KOMRAD.
Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Anandra







