Jakarta | Mata Aktual News – Warga RW 014 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur, melayangkan protes keras terhadap proyek pembangunan turap di depan SMK Negeri 46 Jakarta. Proyek yang berjalan tanpa papan informasi dan diduga tanpa kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) itu dinilai merugikan warga karena menyebabkan genangan air hingga masuk ke rumah-rumah.
Nunes, warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai proyek hanya mengejar target penyelesaian, tanpa memikirkan dampak langsung bagi masyarakat.
“Pengerjaan proyek turap ini tidak menganalisa dampak yang terjadi. Yang dikejar adalah penyelesaian, sementara warga jadi korban,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak buruk proyek ini turut dirasakan para pedagang. Seorang pedagang siomay menceritakan kerugiannya setiap kali hujan turun.
“Air masuk rumah, adonan siomay jadi bau dan tidak bisa dijual. Kulkas juga rusak, terpaksa beli baru. Lalu siapa yang harus bertanggung jawab?” keluhnya.
Ketua RW 014, Rosid, menegaskan pihaknya sudah mengingatkan pelaksana agar material proyek tidak menghalangi jalur air. Namun peringatan itu tidak diindahkan.
“Kami sudah mengingatkan agar saluran air jangan tersumbat. Bahkan warga ikut membersihkan material batu yang menutup aliran. Akhirnya kekhawatiran kami terbukti, rumah warga terendam saat hujan,” tegasnya.
Hasil pantauan Mata Aktual News di lokasi mendapati ketiadaan papan proyek serta minimnya standar keamanan, padahal pembangunan dilakukan di lingkungan sekolah.
Tejo, pengawas proyek, mengakui pengerjaan sudah melewati masa kontrak sehingga papan proyek dicopot.
“Untuk Amdal, silakan tanyakan ke Dinas Sumber Daya Air,” ucapnya singkat.
Warga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan. Mereka menuntut agar proyek pembangunan turap dilakukan sesuai aturan, transparan, serta tidak menambah beban bagi masyarakat yang seharusnya dilindungi.







