Rekan Indonesia DKI Jakarta Apresiasi Capaian Dinkes, Dorong Evaluasi Penanganan Stunting

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Mata Aktual News — Ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan atau Tian, mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta yang berhasil menurunkan angka prevalensi stunting dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data resmi, prevalensi stunting di Ibu Kota turun dari 16,8% pada 2021 menjadi 14,8% pada 2023, dan berada di kisaran 14,1% pada awal 2025. Capaian tersebut menempatkan DKI Jakarta sebagai salah satu provinsi dengan angka stunting terendah di Indonesia.

“Capaian ini tidak datang tiba-tiba. Ada kerja keras tenaga kesehatan, kader posyandu, serta sinergi dengan berbagai pihak. Kita patut memberikan apresiasi kepada Dinkes DKI yang mampu menjaga tren penurunan ini,” ujar Tian, Selasa (12/8/2025).

Meski mengapresiasi capaian tersebut, Tian sependapat dengan Komisi E DPRD DKI Jakarta yang meminta Dinkes melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi dan implementasi program penanganan stunting. Ia menilai keberhasilan capaian angka tidak boleh membuat pemerintah daerah terlena, mengingat masih terdapat tantangan lapangan, terutama di wilayah kantong kemiskinan perkotaan dan daerah padat penduduk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fakta bahwa lebih dari 14% anak di Jakarta masih mengalami stunting menunjukkan pekerjaan rumah kita belum selesai. Apalagi, stunting bukan hanya soal gizi buruk, tapi juga terkait sanitasi, kesehatan ibu, pendidikan gizi, dan daya beli masyarakat. Evaluasi justru penting agar program lebih tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Tian juga menyoroti ketimpangan capaian antarwilayah di DKI Jakarta. Menurutnya, masih ada kecamatan yang mencatat prevalensi stunting di atas 17%, sementara wilayah lain sudah di bawah 10%. Kondisi ini, kata Tian, memerlukan intervensi yang lebih spesifik sesuai kondisi lokal, bukan hanya program umum yang seragam.

Selain itu, Rekan Indonesia DKI Jakarta mendorong Dinkes memperluas kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, dan sektor swasta. Pendekatan lintas sektor diyakini dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak.

“Evaluasi bukan berarti mengkritik tanpa dasar, melainkan memastikan setiap rupiah yang digunakan benar-benar memberi dampak. Dinkes sudah bekerja keras, tapi kita ingin hasilnya semakin terasa oleh semua lapisan masyarakat,” pungkas Tian.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Merry WM

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rekan Indonesia Serahkan Kajian Indeks Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan kepada Wali Kota Jaktim
BPJS Bantah Diganti Klinik Kopdes, Rekan Indonesia: Jangan Sesatkan Publik!
Rekan Indonesia Jelaskan Perkembangan RSUD Cakung, Pemilihan Kontraktor Ditargetkan Selesai Tahun Ini
Rekan Indonesia Kritik Digitalisasi RSUD di Jakarta: Aplikasi Bermasalah, Pasien Kehilangan Pendampingan
PMI DKI Jakarta Resmikan Gedung Baru, Gubernur Pramono Dan Jusup Kalla Turut Hadir
HIV/AIDS Tak Bisa Ditangani Sendirian, Karisma Gebrak Kolaborasi Lintas Sektor di Jakarta Pusat
HUT ke-64 Sumber Waras, Bazar Gratis Bikin Warga Sumringah! 36 Tenan Berbagai Sembako hingga Hiburan
Ratusan Butir Obat Keras Ilegal Disita, Dua Pengedar Diciduk di Kosambi
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:05 WIB

Rekan Indonesia Serahkan Kajian Indeks Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan kepada Wali Kota Jaktim

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:27 WIB

BPJS Bantah Diganti Klinik Kopdes, Rekan Indonesia: Jangan Sesatkan Publik!

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Rekan Indonesia Jelaskan Perkembangan RSUD Cakung, Pemilihan Kontraktor Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:55 WIB

Rekan Indonesia Kritik Digitalisasi RSUD di Jakarta: Aplikasi Bermasalah, Pasien Kehilangan Pendampingan

Kamis, 17 September 2026 - 15:23 WIB

PMI DKI Jakarta Resmikan Gedung Baru, Gubernur Pramono Dan Jusup Kalla Turut Hadir

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights