Bekasi | Mata Aktual News – PT Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 bekerja sama dengan Forum Silaturahmi Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) dan Bank Sampah Seger Ayem menggelar Gerakan Edukasi Indonesia Bersih bertema “Menabung dalam Perspektif Syariah”. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas, Perumahan Bekasi Timur Regensi 5 Cluster Fargesia RW 012, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Minggu (21/9), mendapat sambutan antusias dari warga.
Acara diisi tausiah oleh Ustadz Zaenal Muttaqin, Kepala Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah Islamic Center. Ia menekankan pentingnya membiasakan diri menabung sejak dini.

“Sisihkan 10 persen dari penghasilan di awal untuk menabung. Menabung bukan berarti pelit, tetapi menunda kebahagiaan demi masa depan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menjelaskan menabung tidak selalu dalam bentuk uang, melainkan bisa melalui pengelolaan sampah. Menurutnya, sampah yang dianggap sepele justru bernilai ekonomi jika dikelola dengan baik.
“Botol minuman kemasan bisa bernilai hingga Rp6.000 per kilogram. Jika dikumpulkan dan disetor ke Bank Sampah, hasilnya bisa ditukar menjadi emas. Sedikit demi sedikit, Insya Allah jadi bukit,” tambahnya.
Ketua Majelis Taklim Masjid Al-Ikhlas sekaligus Ketua Bank Sampah Seger Ayem, Iis Isnawati, berharap partisipasi aktif masyarakat dapat membuat program ini berjalan efektif.
“Bank Sampah tidak akan berjalan jika warga tidak ikut berperan menjaga lingkungan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas, Prianto, yang berterima kasih kepada Pegadaian atas edukasi yang diberikan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa banyak manfaat, baik untuk kebersihan lingkungan maupun kesejahteraan warga,” ucapnya.
Kegiatan semakin meriah dengan kuis interaktif berhadiah sembako dan voucher belanja. Pegadaian juga menyalurkan paket sembako kepada jamaah Masjid Al-Ikhlas sebagai bentuk kepedulian sosial.







