Kemenko Polkam Tegaskan Digitalisasi Harus Selaras dengan Kepentingan Bangsa

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NTB | Mata Aktual News — Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan bahwa pembangunan digital di Indonesia tidak boleh semata-mata berorientasi pada aspek teknologi, melainkan harus sejalan dengan kepentingan strategis bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Marsekal TNI Eko Dono Indarto, dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Konektivitas Internet untuk Pemerataan Akses Digital di Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (10/9/2025).

“Setiap langkah pembangunan digital, termasuk percepatan konektivitas internet di NTB, harus mencerminkan integritas, tata kelola bersih, serta orientasi pada pelayanan publik yang nyata dirasakan masyarakat,” kata Eko Dono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto agar setiap program kedinasan berorientasi pada pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Menurutnya, hal ini sejalan dengan arahan Menko Polkam agar setiap kegiatan dijalankan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Fokus Atasi Blank Spot di NTB;

Eko Dono menekankan, Kemenko Polkam memiliki tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan program lintas kementerian/lembaga untuk menata regulasi, tata kelola, serta mengatasi persoalan blank spot internet yang masih ditemukan di Sumbawa, Dompu, Bima, hingga pulau-pulau kecil di NTB.

“Forum koordinasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah strategis untuk pemetaan faktual wilayah blank spot, sinkronisasi program pusat-daerah-industri, serta membangun ekosistem digital NTB yang inklusif, aman, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Hasil rapat, lanjutnya, akan dijadikan pijakan konkret percepatan pemerataan akses digital di NTB, sekaligus mendukung daerah ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Harapan Pemerintah Daerah;

Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah, menegaskan pentingnya koordinasi pusat dan daerah untuk mempercepat penyelesaian masalah konektivitas. Ia menyebut, banyak program pembangunan, mulai dari hukum, pendidikan, hingga ketahanan pangan, sangat bergantung pada akses internet yang merata.

“Kami berharap kegiatan ini melahirkan kajian berbasis data lapangan sehingga solusi yang dirumuskan tepat sasaran,” ujar Sitti.

Rapat koordinasi ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Indra Apriadi (Kemenkomdigi), Meiliana Loeis (BAKTI Kemenkomdigi), Arry Abdi Syalman (APJII), dan Kadiskominfo NTB.

Reporter: Amor
Editor: Merry WM

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswi MTsS Muhammadiyah Kampung Tangah Disambut Hangat Usai Ikuti Jambore Nasional XII 2026
Dasco Taruhkan Jabatan demi RUU Perampasan Aset, JMI Desak Asas Retroaktif
Budaya Menjadi Jembatan Kemanusiaan, Renee Partina Hadiri Pameran “Living the War: Children”
TNI-Polri Kawal Ketat Demo Tolak Kenaikan BBM di Ciputat, Sempat Memanas hingga Bakar Ban
AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati
FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026
Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras
KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Siswi MTsS Muhammadiyah Kampung Tangah Disambut Hangat Usai Ikuti Jambore Nasional XII 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Dasco Taruhkan Jabatan demi RUU Perampasan Aset, JMI Desak Asas Retroaktif

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Budaya Menjadi Jembatan Kemanusiaan, Renee Partina Hadiri Pameran “Living the War: Children”

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:01 WIB

TNI-Polri Kawal Ketat Demo Tolak Kenaikan BBM di Ciputat, Sempat Memanas hingga Bakar Ban

Kamis, 16 April 2026 - 14:08 WIB

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights