Gas Subsidi 3 Kg Bocor ke Rumpin, Aktivis KPKB Desak BPH Migas Bertindak

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang | Mata Aktual News – Dugaan kebocoran distribusi gas LPG 3 kilogram bersubsidi dari wilayah Kabupaten Tangerang menuju Rumpin, Kabupaten Bogor, mencuat ke publik. Aktivitas mencurigakan di kawasan Kelapa Dua menjadi sorotan setelah diduga menjadi titik transit gas bersubsidi yang disalurkan secara ilegal.

Tim Mata Aktual News menemukan kegiatan pemindahan tabung gas bersubsidi di Perumahan Bohemia, Kelapa Dua, yang dilakukan tanpa izin resmi dan tanpa standar keamanan. Beberapa mobil pick-up bertuliskan PT KG tampak memindahkan tabung di pinggir jalan tanpa pengawasan aparat.

“Sudah lebih dari setahun kegiatan seperti ini terjadi. Hampir tiap hari ada mobil gas parkir mindahin tabung. Kadang malam, kadang sore,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan, Kamis (9/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, aktivitas ilegal itu berlangsung hanya beberapa ratus meter dari Mapolsek Kelapa Dua. Warga pun mempertanyakan mengapa aparat seolah menutup mata terhadap kegiatan yang jelas melanggar aturan distribusi energi bersubsidi.

Diduga Terhubung ke Jaringan Pengoplosan di Rumpin

Sumber internal menyebutkan bahwa gas hasil pemindahan dari Kelapa Dua dibawa ke wilayah Rumpin, Bogor, untuk dioplos dan dikemas ulang sebelum dipasarkan kembali dengan harga non-subsidi. Sejumlah nama disebut terlibat dalam jaringan ini, termasuk oknum aparat dan seorang koordinator lapangan bernama Robin.

KPKB Desak Investigasi BPH Migas

Menanggapi temuan tersebut, Zefferi, aktivis dari Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB), menyatakan pihaknya akan segera melayangkan surat resmi kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk meminta investigasi menyeluruh.

“Kami menemukan dua mobil pick-up bermuatan tabung gas melon bersubsidi. Nomor polisinya kami rahasiakan demi penyelidikan. Ini bukan kasus kecil, melainkan sindikat terstruktur. Kami menduga ada keterlibatan oknum penegak hukum,” ungkap Zefferi kepada Mata Aktual News.
KPKB mendesak aparat penegak hukum dan BPH Migas agar segera menelusuri rantai distribusi gas dari agen hingga titik akhir yang diduga menyimpang.

Langgar UU Migas dan Rugikan Negara

Apabila dugaan ini terbukti, praktik tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta PP Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Migas. Pemindahan isi tabung tanpa izin dan penyalahgunaan gas bersubsidi merupakan tindak pidana penyalahgunaan energi bersubsidi, dengan ancaman pidana penjara dan denda miliaran rupiah.

Kasus ini menjadi potret lemahnya pengawasan di tingkat daerah, sekaligus peringatan bagi pemerintah dan Pertamina agar memperketat pengawasan distribusi energi bersubsidi.

“Gas 3 kilogram itu hak masyarakat kecil. Kalau diselewengkan seperti ini, negara rugi, rakyat menderita,” tegas Zefferi menutup pernyataannya.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Cemarkan Nama Baik Lewat Medsos, Ketua PWOIN Depok Laporkan Oknum HR
Diduga Jual Obat Keras Berkedok Toko Kosmetik, Sebuah Toko di Jakarta Timur Disorot Warga
Anak Perempuan 15 Tahun Diduga Dibawa Kabur, Dua Pria Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi
Polsek Jatiuwung Bongkar Peredaran Tramadol, Tiga Pelaku Diamankan
Pengusaha Material Laporkan Dugaan Penipuan Rp 307 Juta terkait Proyek Kampus UNTARA Jatake ke PolresTangerang Kota
Korban Rugi Rp400 Juta, Polresta Tangerang Bongkar Penipuan Ternak Babi
Polda Banten Bongkar Kasus Pengoplosan Gas di Sepatan, Respons Polsek Dipertanyakan
Lima Pelaku Curanmor Roda Tiga Digulung Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota
Berita ini 1,017 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:26 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik Lewat Medsos, Ketua PWOIN Depok Laporkan Oknum HR

Kamis, 25 Desember 2025 - 12:05 WIB

Diduga Jual Obat Keras Berkedok Toko Kosmetik, Sebuah Toko di Jakarta Timur Disorot Warga

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:35 WIB

Anak Perempuan 15 Tahun Diduga Dibawa Kabur, Dua Pria Dilaporkan ke Polres Metro Bekasi

Rabu, 17 Desember 2025 - 00:04 WIB

Polsek Jatiuwung Bongkar Peredaran Tramadol, Tiga Pelaku Diamankan

Kamis, 4 Desember 2025 - 20:50 WIB

Pengusaha Material Laporkan Dugaan Penipuan Rp 307 Juta terkait Proyek Kampus UNTARA Jatake ke PolresTangerang Kota

Berita Terbaru

Pemerintahan

Gedung Baru KONI Diresmikan, Bupati Tangerang Pacu Prestasi Atlet

Sabtu, 10 Jan 2026 - 14:03 WIB

Verified by MonsterInsights