Jakarta | Mata Aktual News – PAM Jaya resmi memasuki babak baru dengan bertransformasi dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda). Langkah strategis ini dinilai sebagai momentum penting dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi warga Jakarta.
Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air, Ervan Purwanto, dalam keterangan tertulisnya kepada Mata Aktual News pada Selasa, 23 September 2025, menegaskan bahwa perubahan status tersebut bukan sekadar administratif, melainkan komitmen nyata untuk memperbaiki tata kelola dan mendorong inovasi.
“Transformasi ini adalah manifestasi tekad PAM Jaya untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki kualitas pelayanan, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi inovasi berkelanjutan dalam penyediaan air bersih,” ujar Ervan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama berstatus Perumda, PAM Jaya menghadapi sejumlah tantangan serius, mulai dari infrastruktur yang menua, tingginya angka kebocoran air, hingga pelayanan pelanggan yang dinilai belum optimal. Dengan status baru sebagai Perseroda, perusahaan ini diharapkan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan sumber daya, menarik investasi, dan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang semakin dinamis.
Layanan Publik Lebih Responsif
Transformasi ini memungkinkan PAM Jaya menghadirkan layanan pelanggan yang lebih cepat dan transparan. Salah satu langkah konkret adalah pengembangan aplikasi digital yang memudahkan pelanggan memantau penggunaan air, melaporkan gangguan, hingga mendapatkan informasi terkini terkait perbaikan jaringan.
Selain itu, manajemen internal juga dituntut lebih adaptif. Karyawan didorong untuk mengubah pola pikir lama menuju budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan kepuasan pelanggan. Proses adaptasi ini menjadi tantangan tersendiri, sehingga dibutuhkan komunikasi intensif dan kepemimpinan yang kuat dari jajaran direksi.
Ervan menyoroti aspek pendanaan sebagai tantangan krusial dalam modernisasi layanan air bersih. Investasi besar diperlukan, terutama untuk modernisasi infrastruktur, sistem pemantauan kualitas air secara real-time, serta penerapan jaringan distribusi cerdas.
“Pendanaan yang besar harus dijawab dengan kolaborasi strategis bersama pihak swasta dan pencarian sumber pembiayaan alternatif. Selain itu, masyarakat juga harus dilibatkan secara aktif agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan warga Jakarta,” tegas Ervan.
Transformasi PAM Jaya menjadi Perseroda diharapkan mampu memberikan layanan air bersih yang lebih andal dan berkelanjutan bagi ibu kota. Dengan dukungan inovasi teknologi, manajemen modern, serta keterlibatan masyarakat, langkah ini diyakini akan memperkuat kepercayaan publik.
“Ini adalah ikhtiar besar untuk memastikan setiap warga Jakarta mendapatkan layanan air bersih yang layak, merata, dan berkualitas,” tutup Ervan.







