Jakarta, Mata Aktual News — Badan Musyawarah (Bamus) Suku Betawi 1982 bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan seminar bertajuk “Kehadiran Majelis Kaum Betawi (MKB) dalam Perspektif Rekonstruksi Adat Istiadat dan Sejarah Betawi”, Kamis (8/11/2025), di Nam Hotel, Jakarta.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap peran dan arah MKB sebagai wadah pelestarian nilai-nilai budaya Betawi di tengah dinamika perubahan Jakarta menuju Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

Ketua Panitia, Agus Rahman, dalam sambutannya menekankan pentingnya sosialisasi MKB agar masyarakat Betawi memahami bahwa kehadirannya bukan sebatas simbol, melainkan bagian dari upaya konkret melestarikan identitas dan kearifan lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, H. Saiful Rahmat Dasuki, S.IP., M.Si., Wakil Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, menjelaskan bahwa MKB bukanlah lembaga formal berbentuk organisasi, melainkan wadah adat yang merepresentasikan pemerintahan kultural orang Betawi.
“MKB ini semacam pemerintah adat orang Betawi yang menjadi pemersatu dan menjalankan fungsi-fungsi kebetawiannya. Kita semua harus mendukung agar MKB semakin kuat dan mampu menyejahterakan masyarakat Betawi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tanggung jawab MKB ke depan adalah memperkuat posisi dan peran sebagai pilar pemersatu Betawi di tengah keberagaman budaya Jakarta yang akan menjadi kota global pasca-peralihan status dari DKI menjadi DKJ.
Perwakilan dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Farza, menyampaikan bahwa kebudayaan Betawi ke depan akan menjadi bagian integral dari mozaik kebudayaan nasional, sekaligus menjadi ujung tombak dalam menjaga harmoni antarbudaya.
“Budaya Betawi akan menjadi kumpulan dari budaya lainnya dan berperan sebagai ujung tombak dalam sektor kebudayaan maupun sosial. Kami berharap tokoh, ulama, budayawan, dan pemuda Betawi terus merawat nilai-nilai luhur warisan leluhur,” tuturnya.
Farza juga menegaskan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola keorganisasian budaya Betawi, serta menciptakan keberlanjutan dalam pengembangan dan pelestarian budaya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Dr. H. Abdul Azis Khafia, S.Si., M.Si., H. Zainuddin MH., S.E. (H. Oding), dan Dr. Andi Sopandi, M.Si.
Dalam penutup sambutannya, Ketua Umum Bamus Betawi 1982, H. Zainuddin MH., S.E. (H. Oding), menyampaikan kabar baik mengenai status MKB yang mendapat dukungan pemerintah provinsi.
“Alhamdulillah, Gubernur sudah menyetujui. MKB akan menjadi Majelis Adat Tertinggi Kaum Betawi, bukan organisasi, dan nantinya akan diatur melalui peraturan daerah. Ini harus kita kawal bersama,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekjen Bamus Suku Betawi 1982, Mohammad Ihsan, SH, perwakilan berbagai ormas seperti Pemuda Ansor, Pemuda Pancasila, Pemuda Muhammadiyah, Karang Taruna, HMI, dan GPII. Doa pembuka acara dipimpin oleh KH. Robi Fadil Muhammad dari MUI.
Acara berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, menegaskan komitmen bersama untuk menjaga marwah dan jati diri Betawi sebagai bagian penting dari wajah kebudayaan Jakarta.
Reporter: PIYE
Editor: Anandra







