Aktivis dan Budayawan Puncak Soroti Penataan Kawasan yang Dinilai Tak Transparan

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Aktual News — Puncak, Bogor.
Sejumlah aktivis lingkungan dan tokoh adat di kawasan Puncak menyoroti kurangnya transparansi dalam proses penataan kawasan yang tengah dilakukan pemerintah pusat. Mereka menilai, kebijakan yang diambil belum sepenuhnya melibatkan masyarakat lokal, termasuk warga adat yang selama ini menjaga kelestarian kawasan Puncak.

Tokoh adat sekaligus budayawan Puncak, Dadang Raden, menegaskan bahwa penataan kawasan seharusnya mengembalikan fungsi ekologis hutan dan memperbaiki alih fungsi lahan yang selama ini tidak terkendali. Ia menilai, arah kebijakan yang tidak jelas justru memperburuk tata ruang dan mengancam keseimbangan lingkungan.

“Pemerintah pusat seharusnya menata Puncak dan hutannya sesuai tata ruang yang benar. Alih fungsi lahan harus dibenahi, bukan dibiarkan,” ujar Dadang Raden kepada Mata Aktual News, Selasa (28/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dadang juga menyoroti sikap sejumlah anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Barat, di antaranya Fadli Zon, Mulyadi, dan H. Ricky, yang menurutnya jarang turun langsung memperhatikan aspirasi masyarakat.

“Mereka datang hanya lima tahun sekali saat pemilu. Setelah itu, masyarakat dan lingkungan Puncak seperti dilupakan,” sindirnya.

Sementara itu, M. Rojay, aktivis lingkungan dari LSM Matahati, mengingatkan kembali janji pemerintah soal penataan kawasan wisata dan restoran yang dinilai belum terealisasi sepenuhnya. Ia mencontohkan kasus Restoran Asep Stroberi, yang hingga kini belum menunjukkan perubahan berarti terkait pengembalian fungsi ruang terbuka hijau.

“Kami menagih janji. Kalau pengusaha merasa rugi investasi, itu risiko. Sejak awal mereka harus tahu dasar peruntukan lahannya. Jangan baru setelah publik bicara, malah diakali,” tegas Rojay.

Menurut Rojay, kawasan Puncak memiliki peran ekologis penting sebagai daerah tangkapan air untuk DAS Ciliwung dan Cisadane, sehingga kebijakan penataan harus dilakukan secara transparan, berkeadilan, dan berpihak pada kelestarian lingkungan serta masyarakat lokal.

Kritik serupa juga disampaikan oleh Feri, aktivis dari Raswa Anti Korupsi, yang menilai lemahnya keterbukaan informasi berpotensi menimbulkan penyimpangan dalam proses pelaksanaan program.

“Penataan tanpa transparansi bisa membuka celah penyalahgunaan anggaran. Masyarakat berhak tahu siapa kontraktor, berapa nilai proyek, dan sejauh mana pelaksanaannya di lapangan,” kata Feri.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus mengawasi jalannya penataan kawasan Puncak agar tidak hanya menjadi proyek seremonial semata.

“Kementerian ATR/BPN dan PUPR harus membuka data lengkap rencana tata ruang dan pelaksanaannya di lapangan. Jangan sampai program lingkungan berubah jadi ladang proyek,” tandasnya.

Isu penataan kawasan Puncak menjadi perhatian publik lantaran kawasan tersebut merupakan zona konservasi vital yang juga menjadi sumber utama air bagi wilayah Jabodetabek. Pemerintah diharapkan mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi, sosial, dan ekologi agar Puncak tidak kehilangan jati dirinya sebagai kawasan hijau penyangga ibu kota.

Reporter: Jeffry
Editor: Merry Witrayeni Mursal

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpred Mata Aktual News Ucapkan Selamat, Ridwan Dt. Tumbijo Nahkodai PAN Agam
Zulhas Lantik Pengurus DPW dan DPD PAN Se-Sumbar, Ridwan Dt. Tumbijo Siap Besarkan PAN di Agam
DPRD Sumbar: Jangan Biarkan Sawah Produktif Hilang Ditelan Pembangunan
Perjusami Gugus VI Lubuk Basung Resmi Dibuka, Tanamkan Karakter Disiplin dan Kepemimpinan
Grand Final Festival Tabuh Bedug ke-35 Kecamatan Teluknaga, Dihadiri Gubernur Banten
Pemuda Dusun III Alai Perkuat Keamanan Lingkungan dan Pelestarian Budaya untuk Kemajuan Nagari
Hadiri Milad FWJI Kota Tangerang, Kaperwil Mata Aktual News: Wartawan Jangan Takut Kritis
FGM Agam Dikukuhkan, Perkuat Profesionalisme Guru Muhammadiyah
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:35 WIB

Pimpred Mata Aktual News Ucapkan Selamat, Ridwan Dt. Tumbijo Nahkodai PAN Agam

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:27 WIB

Zulhas Lantik Pengurus DPW dan DPD PAN Se-Sumbar, Ridwan Dt. Tumbijo Siap Besarkan PAN di Agam

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:01 WIB

DPRD Sumbar: Jangan Biarkan Sawah Produktif Hilang Ditelan Pembangunan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:17 WIB

Perjusami Gugus VI Lubuk Basung Resmi Dibuka, Tanamkan Karakter Disiplin dan Kepemimpinan

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:55 WIB

Grand Final Festival Tabuh Bedug ke-35 Kecamatan Teluknaga, Dihadiri Gubernur Banten

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights