Taufik Tope Rendusara Ingatkan DPRD DKI, “Jangan Jual Hak Air Rakyat dengan Janji Manis”

- Jurnalis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Aktual News — Aktivis dan pemerhati kebijakan publik, Taufik Tope Rendusara, menyoroti rencana transformasi PAM JAYA menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) yang saat ini tengah dibahas di DPRD DKI Jakarta. Dalam opininya, ia menegaskan agar dewan tidak terjebak pada retorika manis investor yang justru berpotensi merugikan masyarakat.

Taufik mengungkapkan, terdapat dua dokumen yang kini menjadi bahan kajian DPRD, yakni presentasi internal bertajuk PAM JAYA – Perseroda DPRD (Rev7) dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang disusun Badan Pembinaan BUMD.

Menurutnya, dokumen Rev7 sarat retorika tanpa menyentuh akar persoalan. “Seolah-olah semua masalah selesai hanya dengan ganti baju hukum jadi Perseroda. Bagus di telinga, indah di slide PowerPoint, tapi hambar ketika dihadapkan pada kenyataan,” ujar Taufik. Dalam keterangannya Rabu (1/10/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, ia menilai Raperda justru lebih keras dan teknokratik. Raperda tersebut secara terang-terangan memuat keterbatasan APBD, beban kontrak lama dengan operator swasta Palyja dan Aetra, serta pembiayaan jumbo Rp 23,9 triliun bersama PT Moya yang sarat risiko bunga tinggi.

“Singkatnya: Jakarta butuh uang besar, dan investor swasta sudah antre masuk,” tegas Taufik.

Ia pun mengingatkan bahwa kedua dokumen tersebut memiliki kelemahan fundamental. Rev7 dianggap seperti brosur investor, sementara Raperda dinilai dingin dan abai terhadap prinsip bahwa air adalah hak dasar rakyat, sebagaimana diatur dalam UU No.17/2019 tentang Sumber Daya Air serta Pergub DKI No.7/2022.

“Kalau DPRD hanya menelan mentah-mentah presentasi manis ala Rev7, rakyat akan jadi korban. Investor senyum lebar, rakyat bayar lebih mahal,” tegasnya.

Taufik juga menyinggung sejarah kelam privatisasi air Jakarta melalui kontrak 25 tahun dengan Palyja dan Aetra yang dinilainya membuat PAM JAYA lumpuh, sekaligus menjadikan tarif air di ibu kota sebagai yang termahal di Indonesia dengan pelayanan yang buruk.

Ia mendesak DPRD agar berhati-hati dan tidak membuka ruang privatisasi baru melalui mekanisme Perseroda. “Transformasi PAM JAYA hanya sah kalau ada jaminan tegas: kontrol publik atas tarif, distribusi, dan akses rakyat miskin tidak boleh digadaikan demi modal asing atau swasta,” tandasnya.

Taufik menutup pernyataannya dengan seruan agar DPRD benar-benar mengawal kepentingan publik. “Rakyat Jakarta tidak butuh PowerPoint cantik. Rakyat butuh air yang mengalir ke keran rumah, dengan harga terjangkau, tanpa dihantui kontrak yang memberatkan. Kalau DPRD gagal, sejarah akan mencatat: kalian ikut menjual hak air rakyat dengan janji manis investor,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Jakbar Sulap Lahan Sempit Krukut Jadi Kebun Ketahanan Pangan
Pelayanan Kecamatan Pakuhaji Disorot, Warga Dibuat Menunggu Gara-gara Pegawai Telat Masuk Usai Istirahat
Prabowo Tegur Keras Birokrasi di DPR: Jangan Persulit Investasi dan Peras Pengusaha
PTSP Kelurahan Jatinegara Permudah Pengurusan NIB dan Sertifikat Halal bagi Pelaku UMKM
Kecamatan Jatinegara Dorong Kolaborasi Masyarakat Kelola Sampah Organik, Bersama Satpel LH
DLH Jatinegara Ajak Petugas Jaga Integritas, Tanpa Pungli di TPS
Alwiyah Ahmad Sampaikan Duka Tragedi Kereta Bekasi, Desak Evaluasi Total dan Modernisasi Sistem Keselamatan
Alwiyah Ahmad Sorot Kasus Daycare di Yogyakarta: Negara Jangan Lalai, Keselamatan Anak Taruhannya!
Berita ini 242 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:29 WIB

Wali Kota Jakbar Sulap Lahan Sempit Krukut Jadi Kebun Ketahanan Pangan

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:23 WIB

Pelayanan Kecamatan Pakuhaji Disorot, Warga Dibuat Menunggu Gara-gara Pegawai Telat Masuk Usai Istirahat

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:03 WIB

Prabowo Tegur Keras Birokrasi di DPR: Jangan Persulit Investasi dan Peras Pengusaha

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:01 WIB

PTSP Kelurahan Jatinegara Permudah Pengurusan NIB dan Sertifikat Halal bagi Pelaku UMKM

Senin, 11 Mei 2026 - 22:07 WIB

Kecamatan Jatinegara Dorong Kolaborasi Masyarakat Kelola Sampah Organik, Bersama Satpel LH

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights