Judul: Pena Sang Pejuang Berita
Edisi: Cerpen | M. Sofyan
Editor: Merry WM
Mata Aktual News– M. Sofyan menatap layar ponsel yang dipenuhi draf berita. Sejak pagi, jemarinya tak henti menari di atas layar, menuliskan fakta demi fakta. Tangannya boleh lelah, tapi semangat di dadanya tak pernah surut. Baginya, menjadi jurnalis bukan sekadar profesi—ini adalah panggilan jiwa.
Hari itu, matahari membakar langit Jakarta. Jalanan padat, klakson bersahutan, udara pengap. Namun Sofyan tetap melangkah mantap menyusuri gang sempit demi bertemu narasumber. Tak peduli panas, hujan, atau jalan becek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau bukan kita yang turun, siapa lagi?” begitu ia selalu meyakinkan diri.
Sore itu, ia meliput kisah pilu para pedagang kecil yang digusur tanpa kejelasan. Wajah-wajah lelah dan penuh tanya menghiasi kamera ponselnya. Meski peluh membasahi dahi, semangatnya justru makin menyala. Dalam hati ia bergumam:
“Aku bukan siapa-siapa. Tapi lewat tulisanku, mungkin suara mereka bisa didengar.”
Ancaman kerap datang. Pesan gelap, telepon misterius, bahkan tatapan sinis dari pihak-pihak yang terusik. Tapi Sofyan tak gentar. Ia percaya, jurnalis sejati harus berdiri bersama rakyat—bukan tunduk pada kuasa atau kepentingan.
Di tengah badai kesulitan, satu prinsip yang selalu ia genggam erat:
“Jurnalis boleh lelah, tapi jangan pernah menyerah.”
Begitulah kehidupan M. Sofyan, jurnalis dari Mata Aktual News.com yang menulis dengan nyali, bekerja dengan nurani, dan berjuang demi suara kebenaran. Pena di tangannya bukan sekadar alat tulis—itu senjata untuk melawan kebohongan.







