Polri Larang Personel Gunakan Vape, Dik Dik Kusnadi Gebrak Gerakan Antinarkoba Lewat Jalur Kebudayaan

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026 - 01:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mata Aktual News— Perang melawan narkotika memasuki babak baru. Polri resmi melarang seluruh personelnya menggunakan rokok elektrik atau vape. Kebijakan ini menjadi langkah preventif menyusul kekhawatiran perangkat vape disalahgunakan sebagai media konsumsi narkotika cair yang berpotensi sulit terdeteksi.

Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026. Aturan itu berlaku bagi seluruh anggota Polri, baik saat menjalankan tugas kedinasan maupun di luar jam dinas.

Kebijakan tegas tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Yayasan Penggerak Indonesia Bersinar, Dik Dik Kusnadi, Bc.IP., S.Sos., M.M. Ia menilai langkah Polri merupakan sinyal kuat bahwa ancaman narkotika tidak boleh dianggap remeh, terlebih ketika modus penyalahgunaannya terus berkembang mengikuti tren teknologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk sosialisasi terhadap bahaya narkotika, tidak ada istilah pensiun. Perjuangan menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba harus terus dilakukan, kapan pun dan di mana pun,” tegas Dik Dik.

Menurutnya, penyalahgunaan liquid maupun cartridge vape sebagai media konsumsi zat terlarang merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Ancaman tersebut harus diantisipasi melalui pengawasan, edukasi, pencegahan, serta penegakan hukum.

Namun, Dik Dik mengingatkan, perang melawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Masyarakat harus dilibatkan secara aktif agar upaya pencegahan menyentuh langsung lingkungan keluarga, pendidikan, dan komunitas generasi muda.

Gagasan menarik muncul ketika Dik Dik Kusnadi bertemu dengan Masdjo Arifin dari Budayantara di Bogor, Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut membuka peluang kolaborasi untuk membangun gerakan antinarkoba melalui pendekatan kebudayaan.

Keduanya memandang kebudayaan bukan sekadar warisan tradisi, melainkan kekuatan sosial untuk membangun karakter, solidaritas, dan ketahanan generasi muda terhadap pengaruh narkotika.

Konsep kolaborasi itu diarahkan pada gerakan edukasi yang memadukan pesan antinarkoba dengan seni, musik, tradisi, kreativitas, komunitas budaya, hingga kegiatan positif di tengah masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, kampanye bahaya narkoba diharapkan tidak hanya berhenti pada seminar, sosialisasi formal, atau spanduk imbauan. Pesan pencegahan juga dapat disampaikan melalui pertunjukan seni, ruang kreatif, kegiatan komunitas, dan pendidikan berbasis kebudayaan.

Masdjo Arifin menilai kebudayaan memiliki potensi besar untuk menjadi sarana membangun kesadaran kolektif. Melalui kegiatan budaya, pesan moral dan kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kolaborasi Budayantara dan Yayasan Penggerak Indonesia Bersinar diharapkan menjadi ruang gerakan bersama yang melibatkan komunitas seni, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen bangsa.

Berkembangnya modus penyalahgunaan narkotika menunjukkan bahwa strategi pencegahan harus terus beradaptasi. Teknologi yang awalnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab sebagai sarana penyalahgunaan zat terlarang.

Karena itu, kebijakan Polri dan langkah pencegahan BNN perlu diperkuat dengan edukasi berkelanjutan serta pengawasan terhadap peredaran zat berbahaya.

Bagi Dik Dik Kusnadi, menyelamatkan generasi muda dari narkotika bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Perang melawan narkoba tidak boleh hanya ramai ketika ada penangkapan. Gerakan pencegahan harus hidup di tengah masyarakat, masuk ke sekolah, lingkungan keluarga, komunitas, hingga ruang-ruang kebudayaan.

Sebab, yang dipertaruhkan bukan sekadar persoalan keamanan dan hukum, melainkan masa depan generasi serta kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPP KNPI Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Saad Budiman Lubis Dorong Peran Aktif Generasi Muda
Jelang Pelantikan DPW DKI, Ketum AWDI Tancap Gas! Marwah Organisasi Jadi Taruhan
Gempita Cimura Perdana Berjalan Lancar, Lurah Cipinang Muara Dorong Jadi Agenda Tahunan
Bukan Sekadar Adu Skill, Gempita Cipinang Muara Jadi Upaya Merajut Persatuan Warga
“CUKUP 2 TAHUN!” BEM SI Kerakyatan Kepung Patung Kuda, Desak Prabowo-Gibran Evaluasi Kebijakan
Pekan ke-98 PJBW, Kolaborasi Wartawan dan Pegiat Budaya Salurkan Bantuan Makanan
BEM SI Kerakyatan BSJB Demo, Desak Evaluasi Pemerintahan Prabowo-Gibran
Tawuran Manggarai Kambuh, Pemkot Jaksel Siapkan Lapangan Multifungsi!
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 01:11 WIB

Polri Larang Personel Gunakan Vape, Dik Dik Kusnadi Gebrak Gerakan Antinarkoba Lewat Jalur Kebudayaan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIB

DPP KNPI Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Saad Budiman Lubis Dorong Peran Aktif Generasi Muda

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Jelang Pelantikan DPW DKI, Ketum AWDI Tancap Gas! Marwah Organisasi Jadi Taruhan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Gempita Cimura Perdana Berjalan Lancar, Lurah Cipinang Muara Dorong Jadi Agenda Tahunan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Skill, Gempita Cipinang Muara Jadi Upaya Merajut Persatuan Warga

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights