KPKB Soroti Mangkraknya Jalan Bomang: Janji Beton Yang Retak di Tengah Jalan

- Jurnalis

Jumat, 9 Mei 2025 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Aktual News, Bogor, 9 Mei 2025— Seharusnya, Jalan Bojonggede–Kemang (Bomang) menjadi jalur penyambung harapan bagi warga Kabupaten Bogor bagian selatan. Tapi yang terlihat hari ini bukan jalan mulus yang mempersingkat waktu tempuh, melainkan pemandangan beton retak, lubang menganga, dan plang proyek yang berganti tiap tahun. Proyek yang dimulai sejak 2016 ini justru menjelma menjadi simbol mangkraknya pembangunan yang tak selesai-selesai.

Lambat Sejak Awal

Sejak peletakan batu pertama, proyek ini sudah tersendat. Kendala klasik: pembebasan lahan. Hingga 2024, masih ada sejumlah titik yang belum dibebaskan. Beberapa warga bahkan mengaku belum menerima kompensasi sepeser pun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami disuruh menyerahkan lahan, tapi ganti rugi tak pernah jelas. Mana bisa jalan dibangun kalau dasarnya saja belum beres,” ujar Pak Sumarno, warga Tajurhalang.

Dilempar ke Pusat, Tapi Tak Juga Bergerak

Setelah bertahun-tahun jalan di tempat, Pemerintah Kabupaten Bogor akhirnya menyerahkan proyek ini ke Kementerian PUPR sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Alih-alih mempercepat, langkah ini justru menambah kabut koordinasi.

“Satu bilang tunggu pusat, yang satu lagi lempar ke daerah. Akhirnya siapa yang kerja? Tidak ada,” kritik Zefferi, Sekretaris Jenderal Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB).

Kualitas Dipertanyakan

Di beberapa titik, jalan yang sempat dibeton kembali rusak hanya dalam hitungan bulan. Diduga kuat, mutu material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi. Beton yang semestinya kokoh, malah rapuh diterpa dua musim hujan.

“Kalau jalan dibangun dengan standar proyek foto-op, ya begini hasilnya. Cepat retak, cepat lupa,” sindir Zefferi Sekjen KPKB Bogor.

Jalan Tanpa Arah

Hari ini, sebagian ruas Jalan Bomang lebih mirip jalan mati. Alih-alih digunakan warga, jalan justru dipenuhi lapak liar, sampah menumpuk, dan menjadi titik rawan kriminalitas. Tak sedikit pengendara yang menjadi korban kecelakaan dan begal.

Kemana Anggaran Pergi?

Laporan anggaran dan progres proyek tidak pernah dipublikasikan secara transparan. Kontraktor berganti, nilai proyek berubah, tapi masyarakat tetap menanggung akibat.

“Kalau rakyat salah sedikit langsung diproses hukum. Tapi kalau proyek mangkrak bertahun-tahun, semua diam. Ini negara atau naskah sinetron?” ujar Zefferi geram.

–Akhirnya, Jalan Bomang bukan sekadar jalan rusak. Ia adalah jalan panjang janji-janji politik yang tak ditepati. Dan di balik setiap retakan beton itu, ada harapan warga yang ikut retak bersama waktu.

(Redaksi)

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati
FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026
Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras
KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
VIDEO: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisir, Publik Murka
Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin: Indonesia Harus Siap Mundur dari BOP Jika Prinsip Perdamaian Dilanggar
PENGUMUMAN STOP PERS
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:08 WIB

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati

Kamis, 9 April 2026 - 02:28 WIB

FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026

Rabu, 8 April 2026 - 18:09 WIB

Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 02:39 WIB

KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:57 WIB

Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights