Agam, Mata Aktual News — Upaya memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda terus digencarkan.
Melalui kegiatan retret kepemudaan yang didanai dari Dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Ridwan Datuak Tumbijo, sebanyak 66 peserta dari berbagai daerah mengikuti pembinaan intensif di Objek Wisata Garuda Mas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Mahdianur yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, didampingi Kabid Pemberdayaan Pemuda Sandi Waldy. Turut hadir mewakili Bupati Agam, Staf Ahli Bidang Pemberdayaan Taslim, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Kabupaten Agam, Kasman, bersama unsur kecamatan dan Wali Nagari Manggopoh.
Peserta terdiri dari 38 laki-laki dan 28 perempuan, berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pemuda nagari di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, dan Kota Padang dengan rentang usia 16 hingga 30 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Mahdianur menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
“Ini merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pemuda sebagai generasi penerus pembangunan,” ujarnya.
Retret ini mengusung tema pembangunan karakter pemuda yang berjiwa nasionalis, berintegritas, serta berwawasan kebangsaan dalam bingkai Empat Pilar Kebangsaan.
Melalui pendekatan perkemahan di alam terbuka, peserta dibekali pembelajaran kolektif yang menekankan kedisiplinan, refleksi kebangsaan, serta penguatan nilai kebhinekaan.
Selain itu, peserta juga diajak memahami nilai historis kawasan Manggopoh, termasuk meneladani semangat perjuangan Siti Manggopoh sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan. Nilai keberanian, cinta tanah air, peran perempuan, dan pentingnya persatuan menjadi sorotan utama dalam pembinaan tersebut.
Mahdianur juga mengingatkan generasi muda agar bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan gadget untuk hal produktif, bukan sebaliknya menjadi ketergantungan yang berdampak negatif.
Di sisi lain, kegiatan ini turut menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari arus globalisasi, rendahnya literasi digital, ancaman ideologi, hingga persoalan sosial seperti narkoba dan konflik kelompok.
Sementara itu, Ridwan Dt. Tumbijo menegaskan bahwa kegiatan retret ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pembinaan generasi muda di daerah.
“Kami ingin memastikan generasi muda Sumatera Barat tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, cinta tanah air, dan siap menghadapi tantangan zaman. Kegiatan seperti ini harus terus berlanjut dan diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak pemuda,” ungkapnya.
Sebagai penutup, dilakukan penanaman bibit semangka secara simbolis oleh Mahdianur bersama Ridwan Dt. Tumbijo dan unsur pemerintah setempat.
Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat di masa depan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus membina generasi muda sebagai pilar utama pembangunan daerah sekaligus penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Reporter Rahmat
Editor Redaksi








