JAKARTA, Mata Aktual News – Tangis pecah. Pelukan erat tak terhindarkan. Guru dan murid larut dalam suasana haru saat SDN Cipinang Besar Selatan 03 Pagi menggelar pelepasan siswa kelas VI, Kamis (4/6/2026).
Lapangan sekolah yang selama enam tahun menjadi tempat belajar, bermain, dan bercanda mendadak berubah menjadi lautan emosi. Di bawah sengatan matahari, para siswa yang sebentar lagi melangkah ke jenjang SMP harus menerima kenyataan bahwa masa-masa indah di sekolah dasar telah usai.

Sejak pagi, suasana sudah terasa berbeda. Penampilan siswa kelas 6A dan 6B, pertunjukan tari, hingga aksi para guru yang ikut bernyanyi membuat acara berlangsung meriah. Gelak tawa dan tepuk tangan sempat menggema di seluruh area sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun suasana berubah drastis saat Kepala Sekolah, Sastri Nilawati, S.Pd., menyampaikan pesan perpisahan.
Dengan nada penuh haru, ia mengaku bangga melepas anak-anak didiknya yang telah menempuh pendidikan selama enam tahun.
“Di tempat inilah kalian belajar mengenal huruf, angka, disiplin, persahabatan, dan cita-cita. Hari ini kalian kami lepas untuk terbang lebih tinggi mengejar masa depan,” ujarnya.
Pesan itu seakan menjadi sinyal bahwa perjalanan panjang para siswa di bangku SD benar-benar telah sampai di ujung jalan.
Air mata semakin sulit dibendung ketika Wali Kelas VI, Esti Septika Sari, S.Pd., menyampaikan salam perpisahan.
Di hadapan para siswa, ia mengenang proses tumbuh kembang anak-anak yang setiap hari ditemuinya di ruang kelas.
“Dulu kalian datang dengan seragam kebesaran dan wajah polos. Hari ini kalian berdiri dengan penuh percaya diri dan siap menghadapi tantangan baru,” katanya.
Ia juga meminta maaf apabila selama mendidik pernah memberikan teguran yang membuat siswa merasa sedih atau terbebani.
Ucapan tersebut sontak membuat sejumlah siswa menundukkan kepala sambil mengusap air mata.
Perwakilan wali murid, Nur Azizah, tak kalah emosional. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru yang selama ini menjadi pendidik sekaligus orang tua kedua bagi anak-anak mereka.
“Enam tahun lalu kami menitipkan anak-anak kami dengan penuh harapan. Hari ini kami menerima kembali mereka dengan ilmu, karakter, dan bekal kehidupan yang jauh lebih baik,” ucapnya.
Puncak haru terjadi pada sesi salam perpisahan. Satu per satu siswa menghampiri guru mereka. Ada yang mencium tangan, memeluk erat, hingga menangis di pelukan wali kelasnya.
Tak sedikit guru yang ikut menitikkan air mata. Momen itu menjadi bukti kuatnya ikatan emosional yang terbangun selama bertahun-tahun di lingkungan sekolah.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Guru Agama, Ruslah, S.Pd.I., sebelum seluruh siswa dan guru mengabadikan momen lewat foto bersama.
Hari itu, bukan sekadar seremoni kelulusan. Bagi para siswa SDN Cipinang Besar Selatan 03 Pagi, itu adalah hari ketika mereka menutup satu bab kehidupan dan bersiap membuka lembaran baru menuju masa depan.
Reporter: Syahrudin
Editor: Redaksi









