Mataaktualnews — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta menghadapi kenyataan pahit: suara di ibu kota terus menyusut. Dari sempat meraih 10 kursi, kini tinggal satu kursi di DPRD. Situasi ini jadi peringatan keras bagi seluruh kader untuk bergerak cepat.
Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Saiful Rahmat Dasuki, menegaskan pembenahan struktur dan konsolidasi hingga tingkat bawah menjadi langkah utama menyambut Pemilu 2029.
Musyawarah Cabang (Muscab) X dijadikan titik awal merapatkan barisan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berupaya memperbaiki basis suara yang sebelumnya tergerus,” ujar Saiful, Senin (27/4/2026).
Ia menekankan, waktu yang masih tersedia harus dimanfaatkan untuk memperkuat organisasi sekaligus mencegah konflik internal yang pernah menjadi batu sandungan.
“Kita mulai dari sekarang agar lebih siap menghadapi seluruh tahapan pemilu ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PPP, M Mardiono, meminta kader tidak hanya solid di internal, tetapi juga aktif menyapa masyarakat. Menurutnya, kerja elektoral harus nyata dan menyentuh langsung pemilih.
“Muscab ini momentum membangun kekuatan sampai ke akar rumput, memastikan kader hadir di tengah masyarakat hingga TPS,” tegas Mardiono.
Ia mengakui, mengembalikan kejayaan PPP di Jakarta bukan perkara mudah. Namun, dengan kerja keras dan strategi yang tepat, setidaknya separuh kekuatan lama bisa direbut kembali.
“Minimal kita bisa meraih setengahnya, dengan kerja keras dan persiapan yang masif,” tandasnya.
Dengan kondisi yang ada, PPP di Jakarta dituntut tak hanya berbenah di internal, tetapi juga membuktikan diri di hadapan publik. Pertarungan menuju 2029 pun mulai dipanaskan dari sekarang.
Reporter: Piye
Editor: Redaksi








