Agam, Mata Aktual News — Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan atap MTS Muhammadiyah Kampung Tangah mengalami kerusakan. Dampaknya, sejumlah ruang belajar terdampak dan proses belajar mengajar (PBM) harus disesuaikan sementara waktu.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Agam, Thomas Febria, meninjau langsung lokasi kejadian, Selasa (21/04/2026), guna memastikan langkah penanganan berjalan cepat dan tepat.

Dalam kunjungan tersebut, Thomas didampingi Kasubbag TU Pebri Doni, Kasi Pendidikan Madrasah Ali Mutasar, serta Kasi Bimas Islam Kamiri. Turut hadir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Agam, Mursyidi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rombongan disambut Kepala MTS Muhammadiyah Kampung Tangah, Wasiatul Ilmah Mursal, bersama jajaran guru. Pihak madrasah menyampaikan bahwa kerusakan yang terjadi cukup berdampak terhadap aktivitas belajar, sehingga diperlukan penyesuaian agar kegiatan tetap berjalan.

Thomas Febria menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut dan menegaskan pentingnya koordinasi lintas pihak dalam percepatan penanganan.
“Penanganan harus dilakukan secara bersama-sama agar proses belajar tidak terganggu terlalu lama,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Kemenag Agam menyalurkan bantuan sebesar Rp3,5 juta untuk mendukung kebutuhan darurat madrasah. Sementara itu, BPBD Kabupaten Agam memberikan bantuan berupa dua lembar terpal untuk menutup bagian atap yang rusak, guna menghindari dampak lanjutan seperti kebocoran dan gangguan kelistrikan.

Kepala madrasah, Wasiatul Ilmah Mursal, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tetap berupaya menjaga keberlangsungan PBM di tengah keterbatasan.

“Kami berkomitmen agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun dalam kondisi terbatas,” katanya.
Ia berharap adanya dukungan lanjutan dari berbagai pihak agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.
Ketua PDM Agam, Mursyidi, juga mengapresiasi langkah cepat jajaran Kemenag Agam dalam merespons kondisi tersebut.
“Semoga penanganan dapat segera tuntas sehingga aktivitas belajar kembali normal,” ujarnya.
Sinergi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna mendukung pemulihan sarana pendidikan dan menjaga keberlangsungan proses belajar siswa.
Reporter: Rahmat
Editor: Redaksi








