Rekan Indonesia: Isu “Super Flu” Dinilai Terlalu Dibesar Besarkan

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | MataAktualNews — Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho, menilai isu penyakit yang belakangan populer disebut “super flu” lebih banyak dipicu oleh penguatan narasi berlebihan dibandingkan temuan medis baru yang bersifat luar biasa. Ia mengingatkan agar publik tetap rasional dan tidak terjebak kepanikan.

Menurut Agung, penyakit dengan gejala menyerupai influenza tersebut pada dasarnya bukan hal baru dalam dunia kesehatan. Namun, cara penyampaian informasi ke publik dinilai cenderung alarmistik sehingga memperbesar kecemasan masyarakat.

“Ini penyakit yang sebenarnya biasa, tetapi kemudian diamplifikasi. Bukan hanya oleh media, melainkan juga oleh ekosistem komunikasi dan teknologi yang bekerja hari ini,” kata Agung kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026), di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agung menilai diskursus kesehatan publik kerap terfokus pada penyakit dan gejala, sementara faktor-faktor lain yang lebih luas jarang dibahas secara terbuka. Ia mendorong adanya ruang kajian yang lebih komprehensif, termasuk keterkaitan antara lingkungan, teknologi, dan kondisi kesehatan masyarakat.

“Tubuh manusia, lingkungan, teknologi, dan kebijakan saling terkait. Kalau yang dibicarakan hanya virusnya, persoalan mendasar tidak pernah disentuh,” ujarnya.

Terkait isu vaksinasi, Agung menyampaikan adanya pengalaman lapangan dari sebagian masyarakat yang mengaku mengalami penurunan daya tahan tubuh pasca vaksinasi massal. Ia menegaskan, klaim tersebut perlu dibahas secara terbuka dan objektif, bukan ditutup, namun tetap harus melalui kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, sejumlah pakar kesehatan mengingatkan bahwa hingga kini, penanganan penyakit berbasis influenza masih mengacu pada bukti ilmiah dan surveilans epidemiologi. Mereka menekankan pentingnya menyaring informasi kesehatan agar tidak memicu disinformasi yang justru dapat merugikan upaya pencegahan.

Agung juga menyinggung peran organisasi kesehatan global dalam membentuk narasi kesehatan dunia. Menurutnya, rekomendasi internasional seharusnya tetap disikapi secara kritis oleh masing-masing negara dengan mempertimbangkan konteks lokal.

“Kewaspadaan itu penting, tetapi jangan dibangun di atas ketakutan. Publik perlu diedukasi secara jernih agar menjadi subjek kesehatan, bukan sekadar objek kebijakan,” katanya.

Merry Witrayeni Mursal Pimpinan Redaksi Mata Aktual News menegaskan bahwa setiap informasi kesehatan publik perlu disajikan secara akurat, berimbang, dan berbasis verifikasi, agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh serta terhindar dari kepanikan yang tidak perlu.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Anandra

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Layanan Jalan, Akar Masalah Kesehatan Jakarta Masih Mandek
Viral Dugaan Tolak Lansia, Dua Petugas RSUD Kumpulan Pane Diperiksa Inspektorat
Viral! Lansia Sesak Napas Diduga Ditolak RSUD Kumpulan Pane
Heritage Medical Bekasi Gelar Jumat Berkah, Bagaikan Ratusan Nasi Kotak dan Pengobatan Gratis
Pasien Komorbid di RSUD Tebet Sempat Ditriase Hijau, Keluarga Keluhkan Rumitnya Layanan BPJS di IGD
Rekan Indonesia Gelar Kampanye Jakarta Bebas TBC 2030, Wali Kota Jakarta Timur Turun Langsung
Diskusi Akhir Tahun Rekan Indonesia Ungkap Problem Layanan Gawat Darurat
Hak Kesehatan Warga Dinilai Masih Terhambat Prosedur, Kanwil HAM DKI Gelar Diskusi Publik
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 02:30 WIB

Layanan Jalan, Akar Masalah Kesehatan Jakarta Masih Mandek

Jumat, 9 Januari 2026 - 00:08 WIB

Viral Dugaan Tolak Lansia, Dua Petugas RSUD Kumpulan Pane Diperiksa Inspektorat

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:33 WIB

Viral! Lansia Sesak Napas Diduga Ditolak RSUD Kumpulan Pane

Sabtu, 3 Januari 2026 - 19:24 WIB

Rekan Indonesia: Isu “Super Flu” Dinilai Terlalu Dibesar Besarkan

Jumat, 2 Januari 2026 - 21:38 WIB

Heritage Medical Bekasi Gelar Jumat Berkah, Bagaikan Ratusan Nasi Kotak dan Pengobatan Gratis

Berita Terbaru

Pemerintahan

Gedung Baru KONI Diresmikan, Bupati Tangerang Pacu Prestasi Atlet

Sabtu, 10 Jan 2026 - 14:03 WIB

Verified by MonsterInsights