Jakarta | Mata Aktual News — Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan, Once, menegaskan bahwa Jakarta merupakan teladan harmoni dan akulturasi budaya nasional. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri diskusi kebudayaan bertema “Harmoni Budaya dan Identitas Jakarta” di Gedung Gerakan Bhineka Nasional (GBN), Jalan Penjernihan I, Rusun Benhil 2, Penjompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog lintas elemen untuk memperkuat peran kebudayaan dalam menjaga identitas Jakarta sebagai kota multikultural. Acara turut diisi dengan penampilan seni dan budaya dari pelajar serta sejumlah sanggar seni di wilayah Jakarta.

Camat Tanah Abang Dwi Arti Indriani Utami dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pengisi acara, di antaranya siswa SDN 01 Guntur, SMPN 40 Benhil, SMK Tunas Pembangunan, serta sanggar seni Percica Kemandoran, Silat Macan Beksi, Silat Cingkrik Kong Majut Kebon Jeruk, dan Silat Pusaka Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dwi, Tanah Abang merupakan kawasan yang dinamis dengan tingkat keberagaman tinggi. Tercatat sekitar 47 organisasi kemasyarakatan aktif di wilayah tersebut dan telah dirangkul untuk bersama-sama menjaga kondusivitas serta citra positif kawasan.
“Jakarta adalah rumah bagi beragam budaya, dan Tanah Abang menjadi representasi nyata semangat Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan budaya rutin seperti Lebaran Tanah Abang dan Festival Jati Baru menjadi upaya konkret pelestarian budaya, khususnya Betawi,” ujarnya.
Perwakilan Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat, Muhammad Amin, menyampaikan rencana kolaborasi dengan seluruh sanggar seni di Jakarta Pusat pada tahun 2026 melalui mekanisme kurasi. Program ini bertujuan memperkuat ekosistem budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku seni.
“Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan budaya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pelaku seni melalui keterlibatan dalam berbagai agenda resmi,” kata Amin. Ia juga menyinggung program pembinaan lain, seperti pelatihan membatik bagi penyandang disabilitas, apresiasi musik pelajar, serta pelatihan teater yang telah melahirkan talenta perfilman.
Sementara itu, Once menekankan pentingnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan sebagai payung hukum pelindung budaya nasional. Menurutnya, kebudayaan mencakup cipta, rasa, dan karya masyarakat, termasuk nilai dan cara pandang yang hidup di tengah masyarakat.
“Jakarta menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang etnis, agama, dan budaya dapat hidup berdampingan secara harmonis. Ini adalah contoh akulturasi yang harus terus dirawat dan diperkuat,” tegas Once.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan, sekaligus penguat identitas nasional.
Reporter: Ryan Rinaldi
Editor: Akmal Aoulia







