35 Ormas Lintas Adat, Agama, dan Budaya Hadiri Upacara Adat Tulude di Bitung

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 02:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BITUNG | Mata Aktual News — Persatuan Organisasi Lintas Adat, Agama, dan Budaya (POLA) bersama 35 organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kota Bitung menghadiri Upacara Adat Tulude yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bitung, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan adat tahunan tersebut digelar di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Bitung dan dimulai pukul 14.00 WITA. Upacara Tulude kali ini dirangkaikan dengan Parade Tulude yang mengusung tema “Marijo Torang Ba Jontra Baris Bergaya”.

Parade Tulude mengambil rute start dari Patung Xaverius Dotulong dan berakhir di Kantor Wali Kota Bitung. Rombongan parade dipimpin langsung oleh Ketua Umum POLA, Puboksa Hutahean, didampingi jajaran pengurus POLA, pimpinan Ormas se-Kota Bitung, serta masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setibanya di Kantor Wali Kota Bitung, peserta parade disambut langsung oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE, bersama Wakil Wali Kota Randito Maringka, S.Sos.

Kehadiran pimpinan POLA dan puluhan Ormas ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur masyarakat Nusa Utara yang hingga kini terus dijaga dan dilestarikan oleh Pemerintah Kota Bitung.

Upacara Adat Tulude sendiri merupakan perayaan tahunan yang sarat makna spiritual dan budaya. Ritual ini menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan di tahun sebelumnya, sekaligus doa bersama agar Kota Bitung dan seluruh warganya senantiasa diberi keselamatan, kesejahteraan, dan kemajuan di tahun 2026.

Ketua Umum POLA, Puboksa Hutahean, hadir mengenakan pakaian adat Nusa Utara dan mengikuti seluruh rangkaian prosesi adat, termasuk ritual khas Tulude. Ia menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan adat serta budaya lokal sebagai fondasi persatuan masyarakat.

“Upacara Adat Tulude bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud rasa syukur sekaligus pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bitung,” ujar Puboksa kepada wartawan di sela kegiatan.

Menurutnya, nilai-nilai adat dan budaya memiliki peran strategis sebagai perekat sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Adat dan budaya adalah perekat sosial. Jika dirawat bersama, persatuan akan semakin kuat dan kehidupan masyarakat tetap harmonis,” katanya.

Ia juga menilai bahwa penganugerahan gelar adat yang menjadi bagian dari rangkaian Tulude memiliki makna filosofis mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal serta kontribusi nyata dalam menjaga ketertiban dan kedamaian daerah.

“Gelar adat merupakan simbol penghargaan atas komitmen menjaga kehidupan bermasyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai,” jelasnya.

Selain itu, Puboksa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bitung, khususnya Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka, yang dinilai konsisten membangun komunikasi serta menjaga silaturahmi lintas elemen masyarakat tanpa sekat perbedaan.

“Kepemimpinan yang membuka ruang komunikasi tanpa membeda-bedakan latar belakang adalah modal penting untuk menciptakan Kota Bitung yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Ia berharap, melalui pelestarian adat dan budaya seperti Upacara Adat Tulude, Kota Bitung ke depan semakin solid dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial.

“Semoga Kota Bitung semakin damai, solid, dan kondusif sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai adat, budaya, dan toleransi,” pungkasnya.

Reporter: M. Aditya Prayuda
Editor: Redpel

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APD Cuma Pajangan? Proyek TK Ash-Sholihin Garut Disorot, Pekerja Beraktivitas Tanpa Perlengkapan K3
Semarak HUT Kemerdekaan, Ikatan Pemuda Binuang Sakti Simpang Paraman Gelar Beragam Perlombaan Meriah
SINERGI KKN UCA DAN BCA SYARIAH: MENGUATKAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH DI CIBOGO
Bendera Merah Putih Berkibar Gagah di Langit Teluknaga, Warga Rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Merasa Nama Baiknya Dicemarkan, H. Jajat Klarifikasi Soal Tudingan di TikTok Akun “Warga Kadungora”
Wakil Bupati Agam Terima Kunjungan BPS dalam Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
Jembatan Beton Merah Putih Akhirnya Dibangun, Warga Dukuh Joho Sambut dengan Doa
BEM UIKA Tegaskan Tak Ada Negosiasi, Dugaan Represif terhadap Mahasiswa Dikawal hingga Tuntas
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:41 WIB

APD Cuma Pajangan? Proyek TK Ash-Sholihin Garut Disorot, Pekerja Beraktivitas Tanpa Perlengkapan K3

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Semarak HUT Kemerdekaan, Ikatan Pemuda Binuang Sakti Simpang Paraman Gelar Beragam Perlombaan Meriah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:19 WIB

SINERGI KKN UCA DAN BCA SYARIAH: MENGUATKAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH DI CIBOGO

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Bendera Merah Putih Berkibar Gagah di Langit Teluknaga, Warga Rayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Merasa Nama Baiknya Dicemarkan, H. Jajat Klarifikasi Soal Tudingan di TikTok Akun “Warga Kadungora”

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights