Sungai dan Air Tanah Jakarta Tercemar Berat, PAM Jaya Dituntut Hadir Lindungi Kesehatan Warga

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, MataAktualNews.com — Krisis kualitas air di Ibu Kota kian nyata dan tidak bisa lagi diperlakukan sebagai persoalan teknis semata. Hampir seluruh sungai utama di Jakarta dilaporkan berada dalam kondisi tercemar berat, sementara air tanah dangkal yang selama ini menjadi sandaran jutaan warga juga terindikasi mengandung bakteri dan zat kimia berbahaya bagi kesehatan.

Temuan tersebut tercermin dalam studi yang dimuat Tempo edisi 16 Desember 2025, yang menunjukkan dominasi pencemaran limbah domestik sebagai sumber utama kerusakan kualitas air. Situasi ini menempatkan warga Jakarta pada risiko kesehatan yang serius, terutama di kawasan padat penduduk yang masih bergantung pada air tanah.

Direktur Jakarta Institute, Agung Nugroho, menilai kondisi tersebut mencerminkan kegagalan struktural dalam pengelolaan lingkungan perkotaan. Menurutnya, ketika sungai dan air tanah sudah berada pada tingkat tercemar berat, negara tidak boleh membiarkan warga mencari air bersih dengan risiko kesehatan yang tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam situasi seperti ini, penyediaan air bersih bukan lagi pilihan kebijakan, melainkan kewajiban negara untuk melindungi kesehatan publik,” tegas Agung, Rabu (17/12/2025).

Agung menekankan, menurunnya kualitas air baku justru menuntut peran PAM Jaya diperkuat, bukan sekadar sebagai operator teknis, tetapi sebagai instrumen negara dalam menjamin hak dasar warga atas air bersih dan air minum yang aman.

Ia mengingatkan bahwa air tercemar berkorelasi langsung dengan meningkatnya penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, penyakit kulit, hingga gangguan kesehatan kronis lainnya. Karena itu, pengolahan air bersih harus dilakukan dengan standar ketat dan pengawasan mutu yang konsisten, bukan sekadar mengejar target distribusi.

Di sisi lain, ketergantungan warga Jakarta terhadap air tanah dinilai sebagai masalah laten yang belum ditangani secara serius. Selain berisiko bagi kesehatan, eksploitasi air tanah mempercepat penurunan muka tanah dan memperbesar ancaman banjir di sejumlah wilayah.

“Perluasan jaringan perpipaan harus dipercepat. Selama warga masih bergantung pada air tanah yang kualitasnya menurun, risiko kesehatan dan kerusakan lingkungan akan terus berulang,” ujarnya.

Agung juga menyoroti bahwa pencemaran air tidak bisa diurai hanya dengan memperluas layanan air bersih. Pembenahan sanitasi dan pengelolaan limbah domestik harus berjalan simultan. Tanpa itu, kualitas sumber air akan terus merosot dan biaya pengolahan air bersih akan semakin membengkak.

“Jika sanitasi dibiarkan, biaya pengolahan air akan terus naik dan pada akhirnya dibebankan ke publik. Ini bukan solusi jangka panjang,” katanya.

Ia menegaskan, air bersih dan air minum yang aman merupakan hak dasar warga kota, bukan komoditas semata. Dalam kondisi lingkungan yang semakin terdegradasi, kehadiran layanan publik yang kuat, transparan, dan merata menjadi kunci perlindungan kesehatan masyarakat.

“Keberhasilan layanan air bersih tidak diukur dari berapa liter air yang dialirkan, tetapi sejauh mana negara benar-benar hadir melindungi kesehatan warganya,” pungkas Agung.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Anandra

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HIV/AIDS Tak Bisa Ditangani Sendirian, Karisma Gebrak Kolaborasi Lintas Sektor di Jakarta Pusat
HUT ke-64 Sumber Waras, Bazar Gratis Bikin Warga Sumringah! 36 Tenan Berbagai Sembako hingga Hiburan
Ratusan Butir Obat Keras Ilegal Disita, Dua Pengedar Diciduk di Kosambi
Ibu Hamil Kehilangan Janin, Rekan Indonesia Desak Evaluasi Total Layanan Darurat Ibu dan Anak
Pasien Keluhkan RS Uni Medika: Kamar Ada Tapi Tak Kunjung Diberikan, Urusan Administrasi Bikin Geram
RS Pakuhaji Rayakan HUT ke-8, Teguhkan Komitmen “Tumbuh Bersama Melayani dengan Ikhlas”
Sixfeo Football Warnai HUT ke-8 RSUD Pakuhaji, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Wamen HAM Nilai Aduan Rekan Indonesia soal Permenkes Kegawatdaruratan Sudah Tepat
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:36 WIB

HIV/AIDS Tak Bisa Ditangani Sendirian, Karisma Gebrak Kolaborasi Lintas Sektor di Jakarta Pusat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:53 WIB

HUT ke-64 Sumber Waras, Bazar Gratis Bikin Warga Sumringah! 36 Tenan Berbagai Sembako hingga Hiburan

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:38 WIB

Ratusan Butir Obat Keras Ilegal Disita, Dua Pengedar Diciduk di Kosambi

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:25 WIB

Ibu Hamil Kehilangan Janin, Rekan Indonesia Desak Evaluasi Total Layanan Darurat Ibu dan Anak

Selasa, 28 April 2026 - 00:00 WIB

Pasien Keluhkan RS Uni Medika: Kamar Ada Tapi Tak Kunjung Diberikan, Urusan Administrasi Bikin Geram

Berita Terbaru

Pendidikan

IKA UNJ Dorong Guru Jadi Kompas Moral di Tengah Badai Digital

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:56 WIB

Verified by MonsterInsights