Rekan Indonesia Dukung Kebijakan Gubernur DKI, Sebut Main Judol Masalah Kesehatan Mental

- Jurnalis

Minggu, 3 Agustus 2025 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News – Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) DKI Jakarta mendukung keputusan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang memilih tidak mencabut bantuan sosial (bansos) dari ribuan penerima yang terindikasi bermain judi online (judol). Organisasi tersebut menilai pendekatan pembinaan yang diambil pemerintah daerah lebih tepat karena menyasar akar persoalan yang bersifat psikologis dan sosial.

Ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan, mengatakan bahwa kebiasaan bermain judol bukan semata perilaku menyimpang, tetapi juga dapat dikategorikan sebagai bentuk gangguan kesehatan mental.

“ Kami melihat fenomena ini sebagai persoalan kesehatan masyarakat. Banyak warga yang terjebak judol karena tekanan hidup, bukan karena mereka sengaja ingin merugikan negara,” ujar Tiana dalam keterangannya, Sabtu, 3 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiana yang akrab disapa Tian menjelaskan bahwa dalam kajian ilmiah, judi online termasuk dalam kategori kecanduan non-zat (behavioral addiction), dan umumnya muncul pada kelompok masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi, kesepian, atau masalah kejiwaan.

Gubernur Pramono sebelumnya menyatakan tidak akan serta-merta mencabut bansos dari sekitar 15.000 warga yang masuk daftar penerima bantuan namun diketahui bermain judol. Ia menyebut, langkah yang akan diambil Pemprov adalah pembinaan dan pemulihan sosial melalui Dinas Sosial.

“Kebijakan seperti ini patut diapresiasi. Karena negara seharusnya hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga untuk memulihkan,” kata Tian.

Rekan Indonesia juga menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk mendukung program pembinaan tersebut, di antaranya pembentukan layanan konseling komunitas, pelatihan literasi keuangan untuk penerima bansos, serta sinergi antar-dinas seperti Dinsos, Dinkes, dan Kominfotik.

Selain itu, mereka mendorong kampanye publik tentang digital hygiene dan perlindungan warga rentan terhadap platform perjudian daring.

“Kita tidak bisa melawan adiksi dengan sanksi semata. Harus ada pemahaman, pendampingan, dan jalan keluar. Jika tidak, yang ada malah memperparah kerentanan sosial,” ujar Tian.

Rekan Indonesia menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan lembaga lain guna memastikan pendekatan pemulihan ini bisa dijalankan secara tepat sasaran.

jurnalis : Syahrudin Akbar

Editor : Merry WM

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andalas Fest 2026, Ajang Edukatif Anak Usia Dini di Halim
Operasi Pekat Gabungan di Jatinegara: 126 Remaja, 49 Motor dan Puluhan Petasan Diamankan
Kios Kecil, Dosa Besar! Tramadol Ilegal Digulung Polisi
Dolar Menguat, Rupiah Tertekan; Pengamat Soroti Akar Struktural dan Arah Kebijakan Pemerintah
Rekan Indonesia Kampanyekan STOP TBC dengan TOSS di CFD Jakarta Barat
Mengenal Syamsul Jahidin, Mantan Satpam yang Mengguncang Sistem: Satu Pena Mengubah Peta Kekuasaan
Kodim 0501/JP Berbagi Kasih, Gelar Santunan untuk Anak Yatim di Dua Yayasan Jakarta Pusat
Sembunyikan Sabu di Bungkus Rokok, Perantara Transaksi Narkotika Ditangkap Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 16:33 WIB

Andalas Fest 2026, Ajang Edukatif Anak Usia Dini di Halim

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:56 WIB

Operasi Pekat Gabungan di Jatinegara: 126 Remaja, 49 Motor dan Puluhan Petasan Diamankan

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:09 WIB

Kios Kecil, Dosa Besar! Tramadol Ilegal Digulung Polisi

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:56 WIB

Dolar Menguat, Rupiah Tertekan; Pengamat Soroti Akar Struktural dan Arah Kebijakan Pemerintah

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIB

Rekan Indonesia Kampanyekan STOP TBC dengan TOSS di CFD Jakarta Barat

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights