Tangerang, Mata Aktual News– Kecamatan Paku Haji tak mau jalan di tempat. Lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar Senin (26/1/2026), pemerintah kecamatan mematok tiga target besar sekaligus: industri digenjot, perdagangan dibenahi, dan ketahanan pangan diamankan.

Forum yang dihadiri Camat Paku Haji H. M. Supriyatna, S.Sos., MM, jajaran kecamatan, para kepala desa, hingga Karang Taruna itu berlangsung dinamis. Berbagai usulan mengalir, satu benang merahnya jelas: pembangunan harus berdampak langsung ke masyarakat.
Camat Supriyatna menegaskan, Paku Haji punya modal kuat untuk menjadi simpul pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang. Namun, potensi itu hanya akan jadi angka di atas kertas jika tak ditopang perencanaan yang tegas dan kerja bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita ingin program yang benar-benar dirasakan warga. Bukan sekadar rencana, tapi bisa dijalankan,” tegasnya.
Di sektor industri, fokus diarahkan pada penguatan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis potensi lokal. Pelatihan, akses permodalan, hingga penataan kawasan usaha disiapkan agar pelaku UMKM tak lagi jalan sendiri-sendiri.
Perdagangan pun tak luput dibedah. Pasar tradisional bakal dibenahi, jalur distribusi diperkuat. Targetnya, produk lokal tak hanya numpang lewat, tapi mampu bersaing dan menguasai pasar.
Sementara di sektor pangan, pesan Musrenbang tegas: produksi harus aman, petani harus untung. Program pertanian berkelanjutan, teknologi tepat guna, hingga penguatan kelompok tani digadang sebagai tameng ketahanan pangan Paku Haji ke depan.
Pemuda tak mau jadi figuran. Karang Taruna mendorong pelibatan generasi muda lewat pelatihan wirausaha dan pendampingan usaha agar ekonomi lokal digerakkan oleh tenaga sendiri.
Para kepala desa pun pasang badan. Hasil Musrenbang dipastikan tak berhenti di ruang rapat, tapi dikawal hingga masuk RKPD Kabupaten Tangerang 2027.
Paku Haji kini menaruh harapan besar. Dengan rencana yang tajam dan kerja yang konsisten, pembangunan diharapkan tak lagi sekadar janji, melainkan aksi nyata.
Reporter: Alex Didi
Editor: Akmal Aoulia







