Tangerang | Mata Aktual News – Saat banyak sekolah negeri masih berkutat dengan keterbatasan fasilitas, CSR Lippoland datang memberi angin segar. Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah hadir langsung menyaksikan penyerahan bantuan untuk SD Negeri Binong 1 dan 2, Rabu (4/2/2026).

Bantuan yang diberikan bukan simbolik belaka. Fasilitas sanitasi, lapangan dan perlengkapan olahraga, hingga apresiasi bagi siswa berprestasi diserahkan untuk menunjang kenyamanan dan kualitas belajar anak-anak sekolah negeri.
“Pendidikan tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah. Dunia usaha harus ikut turun tangan,” tegas Wabup Intan dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai keterlibatan swasta melalui program CSR menjadi bukti bahwa kolaborasi konkret jauh lebih dibutuhkan dibanding sekadar wacana. Menurutnya, fasilitas yang layak adalah hak dasar siswa untuk belajar dengan aman dan sehat.
“Atas nama Pemkab Tangerang, saya mengapresiasi kontribusi Lippoland. Bantuan ini nyata dan langsung dirasakan sekolah,” ujarnya.
Namun Intan juga memberi penekanan keras kepada pihak sekolah. Bantuan, kata dia, tidak boleh berakhir rusak atau terbengkalai.
“Kalau sudah dibantu, jangan dibiarkan. Rawat bersama. Anak-anak butuh lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan manusiawi,” tandasnya.
Tak hanya soal fisik sekolah, Intan juga menyinggung kualitas karakter siswa. Ia mengingatkan guru agar pendidikan adab dan budi pekerti tidak kalah penting dari prestasi akademik.
“Ilmu tanpa adab itu kosong. Sekolah harus mencetak anak pintar sekaligus berakhlak,” katanya.

Dari pihak Lippoland, Director of Government and Community Relations Lippo Land, Darwin, memastikan program CSR pendidikan bukan agenda musiman. Bantuan untuk SDN Binong 1 dan 2 disebutnya sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan di Kabupaten Tangerang.
“Kami ingin kontribusi ini berdampak langsung dan berkelanjutan bagi sekolah dan masyarakat sekitar,” ujar Darwin.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak swasta lain untuk ikut ambil bagian memperbaiki wajah pendidikan negeri, bukan hanya menunggu negara bekerja sendiri.
Reporter: Alex Didi
Editor: Redpel







