AGAM, MATA AKTUAL NEWS — Terobosan pemanfaatan lahan dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung. Di bawah kepemimpinan Kalapas Budi Suharto, A.Md., IP., S.H., lahan yang sebelumnya kurang produktif mulai diubah menjadi kawasan yang hidup, produktif, sekaligus memiliki nilai estetika.
Transformasi tersebut terlihat dari pemanfaatan lahan untuk berbagai kegiatan produktif. Saat ini terdapat peternakan ayam sekitar 300 ekor dan bebek sekitar 100 ekor. Selain sektor peternakan, Lapas juga mengembangkan kolam ikan lele yang telah memasuki tahap panen.

Tidak berhenti di sektor peternakan dan perikanan, lahan tersebut juga dimanfaatkan untuk budidaya kangkung, pohon pisang, serta berbagai tanaman bunga. Bahkan, area yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai lahan jagung secara bertahap ditata menjadi taman yang lebih indah dan tertib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akses di kawasan tersebut juga mulai dibenahi dengan pengecoran jalan sehingga lingkungan terlihat lebih rapi. Ke depan, penerangan kawasan direncanakan menggunakan lampu bertenaga surya, sebagai bagian dari konsep pengembangan kawasan yang lebih ramah lingkungan.

Budi Suharto mengungkapkan, pengembangan tersebut akan memasuki tahap berikutnya dengan konsep “Bunraman” atau kebun rasa taman. Konsep ini diharapkan mampu menggabungkan unsur produktivitas, penghijauan, dan ruang yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya berharap ada pihak yang berkenan menjadi donatur untuk pengembangan ke depan. Rencana tahap dua akan dibuat Bunraman, agar masyarakat bisa menikmati taman yang indah,” ujar Budi Suharto.
Transformasi lahan tersebut menjadi gambaran bahwa area yang sebelumnya tidak memberikan banyak manfaat dapat dikembangkan menjadi kawasan produktif apabila dikelola secara terencana.
Program ini juga memiliki potensi menjadi bagian dari penguatan pembinaan dan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan, khususnya melalui kegiatan peternakan, perikanan, pertanian, dan penghijauan.
Meski demikian, setiap bentuk dukungan dari pihak luar perlu dikelola secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga tujuan pengembangan kawasan tetap berjalan tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Dengan konsep tersebut, Lapas Kelas IIB Lubuk Basung tidak sekadar memanfaatkan lahan kosong, tetapi berupaya mengubahnya menjadi ruang produktif yang bernilai ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Transformasi dari lahan kurang produktif menjadi lahan hidup ini menjadi langkah yang patut mendapat perhatian, terutama apabila pengembangannya dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pembinaan serta lingkungan sekitar.
Jurnalis: Aris Bintang
Editor: Redaksi








