Janji Dinilai Palsu, Warga Hentikan Aktivitas Tambang di Bitung

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitung | Mata Aktual News — Puluhan warga Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, menghentikan sementara aktivitas pertambangan PT Meares Soputan Mining/Tambang Tondano Nusajaya (MSM/TTN), Selasa (17/2/2026). Aksi ini dipicu kekecewaan warga terhadap hasil pertemuan dengan pihak perusahaan yang dinilai tidak sesuai kesepakatan awal.

Warga menilai perusahaan mengingkari komitmen yang sebelumnya hanya mengizinkan kegiatan blasting (peledakan) dalam batas tertentu. Namun di lapangan, aktivitas kerja disebut terus berlangsung setiap hari, bahkan hingga malam hari.

Sebagai bentuk protes, warga mendirikan tenda di sekitar area pertambangan dan menghentikan aktivitas pekerja di beberapa titik blasting, antara lain Toka Blok M, Alaskar Blok X, Araren Blok G, H, I, serta Toka Blok B. Warga menyatakan akan bertahan di lokasi hingga ada kejelasan dan penyelesaian tuntutan dari pihak perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga: Kesepakatan Dilanggar
Perwakilan warga Pinasungkulan, Riny Kiroyan, mengatakan kekecewaan muncul karena aktivitas perusahaan dinilai melanggar kesepakatan hasil pertemuan pada Senin (9/2/2026).

“Kesepakatan kami jelas, hanya blasting. Tapi kenyataannya perusahaan tetap melakukan aktivitas kerja setiap hari, bahkan sampai malam. Ini membuat warga marah dan merasa dibohongi,” ujar Riny kepada wartawan.

Ia menambahkan, warga beberapa kali memergoki aktivitas perusahaan pada malam hari. Kondisi tersebut memicu kemarahan warga karena dianggap sebagai pelanggaran sepihak.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Riny, perusahaan meminta waktu sekitar satu bulan untuk menyampaikan aspirasi warga ke manajemen pusat, namun aktivitas kerja tetap berjalan.

“Bagi kami ini hanya janji lagi. Diminta menunggu, tapi pekerjaan tetap jalan. Warga merasa ini bentuk pengabaian terhadap keresahan masyarakat,” tegasnya.

Kekecewaan warga bertambah setelah adanya pernyataan petinggi PT MSM/TTN yang menyebut warga tidak memiliki kewenangan menghentikan aktivitas perusahaan dan hanya pemerintah yang berwenang.

“Pernyataan itu melukai perasaan warga. Seolah suara masyarakat tidak berarti,” kata Riny.

Warga menuntut penyelesaian ganti rugi atas rumah-rumah yang diduga mengalami keretakan akibat aktivitas blasting. Mereka mengaku tidak lagi merasa aman dan nyaman tinggal di sekitar area tambang.

Terpisah, juru bicara PT MSM/TTN, Sinyo Rumondor, saat dikonfirmasi Mata Aktual News, menyampaikan akan mengecek hasil pertemuan dengan warga.

“Saya tidak hadir dalam pertemuan itu, jadi belum mengetahui hasil detailnya. Akan kami cek terlebih dahulu,” ujarnya singkat.

Dampak Blasting Dikeluhkan Warga
Sebelumnya, warga Pinasungkulan telah beberapa kali menggelar aksi protes terhadap aktivitas blasting di area tambang. Dalam salah satu aksi, warga sempat menghadang kegiatan di lokasi yang dijaga aparat kepolisian dan petugas keamanan perusahaan.

Warga menilai aktivitas peledakan menimbulkan dampak serius terhadap permukiman yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi tambang. Getaran akibat blasting diduga menyebabkan keretakan rumah serta mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga.

Penolakan kembali terjadi pada Selasa (17/2/2026) ketika warga mendatangi lokasi pertambangan untuk menghentikan kegiatan peledakan yang dinilai berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.

Mata Aktual News masih berupaya meminta keterangan lanjutan dari pihak perusahaan, pemerintah daerah, serta instansi terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.

Reporter: M. Aditya
Editor: Ryan Rinaldi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JA’PERS Generasi Biru Gelar Cucurak di Tajurhalang, Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Organisasi
Peduli Rumah Ibadah, JA’PERS Generasi Biru Gelar Aksi Bersih Masjid Al Muqorobin di Bogor
Warga Pinasungkulan Soroti Aktivitas Tambang PT MSM/TTN, Perusahaan Tunggu Arahan Manajemen
JA’PERS Generasi Biru Perkuat Solidaritas Lewat Family Gathering di Puncak Bogor
H. Arya Ajak Anggota Satria Jaga Marwah di Munas 2026
Polres Bitung Imbau Nelayan dan Warga Pesisir Waspada Kemunculan Buaya di Perairan PT Bimoli
Dua Bangunan Ludes Terbakar di Lubuk Basung
Demo di Perbatasan, Warga BMR Tegaskan Tuntutan Pembentukan Provinsi Baru
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:44 WIB

Janji Dinilai Palsu, Warga Hentikan Aktivitas Tambang di Bitung

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:22 WIB

JA’PERS Generasi Biru Gelar Cucurak di Tajurhalang, Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Organisasi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:46 WIB

Peduli Rumah Ibadah, JA’PERS Generasi Biru Gelar Aksi Bersih Masjid Al Muqorobin di Bogor

Jumat, 13 Februari 2026 - 02:53 WIB

Warga Pinasungkulan Soroti Aktivitas Tambang PT MSM/TTN, Perusahaan Tunggu Arahan Manajemen

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:18 WIB

JA’PERS Generasi Biru Perkuat Solidaritas Lewat Family Gathering di Puncak Bogor

Berita Terbaru

Jakarta

Majelis Taklim Al Khoiriyah RW 007 Tawaqqufan Sambut Ramadhan

Selasa, 17 Feb 2026 - 13:17 WIB

Verified by MonsterInsights