Jakarta, Mata Aktual News – Menjelang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2025 mendatang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE-IBS menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait kinerja pemerintah.
Presiden Mahasiswa sekaligus Ketua BEM STIE-IBS, Yehezkiel William, menilai capaian ekonomi masih jauh dari target yang dijanjikan. “Pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan sebesar 8% belum tercapai. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2025 baru mencapai 5,12%. Kami menuntut pemerintah untuk segera menstabilkan ekonomi Indonesia yang saat ini sedang lesu,” ujarnya kepada wartawan. kamis, (2/10/2025)

Selain aspek ekonomi, BEM STIE-IBS juga menyoroti maraknya pelanggaran HAM, konflik agraria, serta tindakan represif aparat kepolisian terhadap masyarakat sipil sepanjang satu tahun pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait program andalan pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG), Yehezkiel menilai implementasi masih jauh dari harapan. “Niatnya baik, tetapi dalam praktiknya masih banyak kegagalan. Bahkan, kasus keracunan siswa yang mengonsumsi makanan program MBG menunjukkan adanya masalah pada sistem dan SOP yang perlu segera dievaluasi,” tegasnya.
Menjelang peringatan satu tahun pemerintahan, BEM STIE-IBS telah melakukan konsolidasi internal. Mereka juga berencana bergabung dengan konsolidasi terbuka bersama BEM kampus lain dan akan turun ke jalan pada 20 Oktober mendatang.
“Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia,” tutup Yehezkiel dalam pernyataannya.







