Jakarta, Mata Aktual News – Kasus dugaan keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pasar Rebo, Jakarta Timur, terus menjadi sorotan. Sedikitnya 20 siswa SD Negeri 1 Gedong dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (1/10/2025).
Ironisnya, upaya jurnalis dalam menggali kebenaran justru diwarnai insiden tidak terpuji. Seorang wartawan yang tengah meliput diduga mengalami penganiayaan oleh petugas Sentra Penyelenggara Program Gizi (SPPG) Pasar Rebo. Peristiwa ini terjadi saat wartawan bersama rekannya mencoba mendapatkan informasi langsung di dapur MBG, setelah sebelumnya pihak sekolah tidak memberikan penjelasan memadai.
Kapolsek Pasar Rebo, AKP I Wayan Wijaya, membenarkan adanya laporan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban sudah membuat laporan di Polsek Pasar Rebo. Saat ini kasus dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Menanggapi insiden tersebut, Pimpinan Redaksi Mata Aktual News, Merry Witrayeni Mursal, mengecam keras tindakan kekerasan terhadap insan pers.
“Kami sangat menyesalkan tindakan penganiayaan yang dialami wartawan saat menjalankan tugas di lapangan. Pers bekerja menggali fakta demi kepentingan publik, bukan untuk diintimidasi apalagi dianiaya. Kami mendesak aparat menindak tegas pelaku dan menjamin perlindungan bagi jurnalis,” tegasnya.
Hingga kini, kondisi siswa yang terdampak masih dalam pengawasan medis. Aparat kepolisian menegaskan akan menindaklanjuti dua persoalan sekaligus, yakni dugaan kelalaian dalam penyediaan makanan bergizi gratis serta kasus penganiayaan terhadap wartawan.
Sebagai media, Mata Aktual News berkomitmen mengawal kasus ini dengan menghadirkan informasi akurat, faktual, serta memperjuangkan kepentingan publik termasuk penegakan kebebasan pers di Indonesia.







