Aktivis Matahari Apresiasi Penutupan Tambang di Bogor Barat: Gubernur Dedi Mulyadi Dinilai Berpihak pada Rakyat

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor – Mata Aktual News | Keputusan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menutup aktivitas tambang di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, menuai apresiasi luas dari warga dan pegiat lingkungan. Langkah tersebut dinilai sebagai bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat setelah sekian lama mereka terdampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan.

Aktivis LSM Matahari, M. Rojai, menyebut penutupan tambang ini sebagai momentum bersejarah. Menurutnya, masyarakat Bogor Barat selama bertahun-tahun harus menanggung dampak negatif pertambangan, mulai dari kerusakan hutan, pencemaran udara, hingga penurunan kualitas air tanah.

“Bertahun-tahun warga menderita: hutan habis, udara kotor, air tanah rusak. Sekarang pemerintah akhirnya hadir dengan langkah tegas. Ini sejarah,” ujar Rojai, Sabtu (27/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tugas pemerintah tidak berhenti pada penutupan saja. Pemulihan lahan pascatambang, kata Rojai, harus menjadi prioritas agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari.

“Kalau hanya ditutup tanpa ada pemulihan, sama saja bohong. Kami akan kawal agar ini tidak berhenti di janji,” tegasnya.

Nada serupa juga disampaikan Merry Witrayeni Mursal, aktivis kebijakan publik sekaligus Pemimpin Redaksi Mata Aktual News. Menurutnya, keputusan Gubernur Dedi Mulyadi menunjukkan keberanian politik yang jarang ditunjukkan dalam persoalan pertambangan.

“Ini bukan sekadar kebijakan administratif, tapi keputusan politik yang berani. Selama ini, tambang lebih banyak menguntungkan pemodal besar. Kini, rakyat benar-benar merasakan hadirnya negara di pihak mereka,” ungkap Merry.

Merry menambahkan, kawasan pascatambang seharusnya ditata untuk menghadirkan sumber ekonomi baru yang lebih adil dan berkelanjutan.

“Kawasan pascatambang harus dibuka bagi rakyat, entah lewat pertanian, hutan sosial, atau ekowisata. Jangan sampai bekas tambang kembali dikuasai segelintir orang,” tandasnya.

Bagi masyarakat Bogor Barat, kebijakan penutupan tambang ini dipandang sebagai jawaban atas keresahan panjang. Keputusan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa seorang pemimpin dapat berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan pemodal besar.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMA Product, Dari Motor Harian hingga Hobi Modifikasi: Aksesori Berkualitas dengan Harga Bersahabat
Empat Jagoan Baru Respiro Hadir Di IMHAX 2026 Jakarta, Tampil Ekslusif, Elegan Dan Berkarakter
Legenda Durian Engkong Jonggol, Dari Bogor Timur Menembus Penjuru Jawa Barat
Peleburan Aluminium di Desa Jadi Sorotan, Pemilik Klaim Berizin, Kades Membantah
Rover Outdoor Indonesia, Gebrak Pasar Outdoor Lewat Jalur Gerakan Pramuka
GOZIMA Stage G2 Hadir dengan Teknologi Terbaru, Redam Guncangan dan Tingkatkan Performa
Sate Kambing Putri Hanjawar Juara Cibubur, Cabang Ketiga Setelah Bogor Dan Jakarta
Pempek Kara Sajikan Warisan Kuliner Sumatra Selatan, Gratis Ongkir Boss
Berita ini 158 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 08:42 WIB

GMA Product, Dari Motor Harian hingga Hobi Modifikasi: Aksesori Berkualitas dengan Harga Bersahabat

Minggu, 6 September 2026 - 20:37 WIB

Empat Jagoan Baru Respiro Hadir Di IMHAX 2026 Jakarta, Tampil Ekslusif, Elegan Dan Berkarakter

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Legenda Durian Engkong Jonggol, Dari Bogor Timur Menembus Penjuru Jawa Barat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Peleburan Aluminium di Desa Jadi Sorotan, Pemilik Klaim Berizin, Kades Membantah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Rover Outdoor Indonesia, Gebrak Pasar Outdoor Lewat Jalur Gerakan Pramuka

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights