Kapolsek Cikarang Utara Diperiksa Polda Metro Jaya Usai Video Penolakan Laporan Viral

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi | Mata Aktual News — Sebuah video yang memperlihatkan warga ditolak saat melaporkan kasus pencurian motor di Polsek Cikarang Utara viral di media sosial dan memicu kontroversi publik. Akibat insiden tersebut, Kapolsek Cikarang Utara Kompol Sutrisno bersama sejumlah anggotanya kini tengah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Kejadian bermula saat seorang warga, Yogi Iskandar (42), tertangkap tangan mencuri sepeda motor Honda Vario milik warga di Jalan Kampung Kongsi, RT 03/09, Cikarang Utara, pada Selasa (9/9/2025) dini hari. Namun, alih-alih langsung diproses, polisi di lokasi diduga meminta agar pelaku dilepaskan karena laporan resmi belum dibuat.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @info_cikarang_karawang, terdengar seorang anggota polisi mengatakan: “sudah dilepasin aja lagi.” Pernyataan itu memicu perdebatan sengit antara warga dan aparat, menimbulkan tanda tanya mengenai tindak lanjut penanganan kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek Cikarang Utara Kompol Sutrisno membenarkan adanya kesalahpahaman internal dalam pelayanan.

“Iya, ini ada kesalahpahaman anggota yang kurang tepat dalam pelayanan. Tapi setelah diterima oleh perwira pengendali, laporan polisi warga sudah dilayani dengan baik,” ujar Sutrisno, Rabu (10/9/2025).

Meski sempat terjadi polemik, Sutrisno memastikan kasus tetap diproses. Pelaku Yogi Iskandar telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Perkara tersebut tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/99/IX/2025/SPKT/POLSEK CIKARANG UTARA/POLRES METRO BEKASI/POLDA METRO JAYA.

Video yang sudah ditonton puluhan ribu kali itu menuai gelombang kritik di media sosial. Banyak warganet menilai aparat terlihat lamban dan seolah melindungi pelaku kriminal. Publik pun mendesak agar polisi meningkatkan profesionalisme dan berpihak pada korban.

Kompol Sutrisno menyatakan dirinya tengah dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya terkait insiden tersebut.

“Nanti ya, saya lagi dimintai keterangan juga oleh Polda,” katanya.

Masyarakat berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi jajaran kepolisian agar lebih sigap, profesional, dan tidak menunda proses hukum terutama dalam kasus kejahatan yang tertangkap tangan.

Reporter: M. Rojai
Editor: Merry W. M.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati
FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026
Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras
KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
VIDEO: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisir, Publik Murka
Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin: Indonesia Harus Siap Mundur dari BOP Jika Prinsip Perdamaian Dilanggar
PENGUMUMAN STOP PERS
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:08 WIB

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati

Kamis, 9 April 2026 - 02:28 WIB

FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026

Rabu, 8 April 2026 - 18:09 WIB

Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 02:39 WIB

KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:57 WIB

Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights