Rekan Indonesia Soroti Minim Transparansi dan Potensi “Bancakan” dalam Bulan Dana PMI DKI

- Jurnalis

Selasa, 9 September 2025 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Aktual News – Program Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta kembali menuai kritik. Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) menilai praktik pengumpulan dana tersebut menyimpang dari semangat sukarela yang seharusnya menjadi dasar kegiatan kemanusiaan.

Ketua Umum Rekan Indonesia, Agung Nugroho, menilai mekanisme penghimpunan dana yang melibatkan sekolah, instansi pemerintah, hingga pegawai negeri justru memberi kesan pemaksaan.

“Kalau pindapāta para Bante murni niat baik, Bulan Dana PMI di DKI lebih mirip sedekah wajib. Warga, siswa sekolah, hingga pegawai instansi pemerintah dipaksa menyetor,” ujar Agung di Jakarta, Senin (8/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pola penghimpunan dana di lapangan bahkan rawan disalahgunakan. Agung menyebut pejabat instansi yang ditunjuk sebagai penanggung jawab kerap memperoleh persentase dari hasil kutipan.

“Akhirnya ini lebih jadi rutinitas administrasi ketimbang semangat kemanusiaan, dan bisa masuk kategori gratifikasi,” tegasnya.

Selain praktik pemaksaan, Rekan Indonesia juga menyoroti minimnya keterbukaan dalam pengelolaan dana. PMI DKI setiap tahun menghimpun dana hingga miliaran rupiah, namun laporan audit publik jarang disampaikan secara terbuka.

“Kalau para Bante jelas, makanan masuk ke mangkuk langsung dimakan hari itu. Sedangkan dana PMI, publik tidak tahu jelas alurnya,” tambah Agung.

Untuk menjamin keberlanjutan operasional PMI tanpa membebani masyarakat, Rekan Indonesia mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencari alternatif pembiayaan. Salah satunya dengan memanfaatkan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) dari badan usaha milik daerah (BUMD).

“Dengan begitu, PMI bisa tetap menjalankan tugas kemanusiaan tanpa membebani warga dengan iuran wajib berkedok sukarela,” kata Agung.

Rekan Indonesia menegaskan, reformasi pengelolaan Bulan Dana PMI mendesak dilakukan agar sesuai dengan prinsip kemanusiaan yang transparan, akuntabel, dan tanpa paksaan.

“Jakarta sebagai kota global mestinya bisa memberi contoh. Jangan biarkan sedekah berubah jadi ritual administratif yang menekan warga,” tutup Agung.

Reporter: Syahrudin Akbar
Editor: Merry W. M.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PENGUMUMAN STOP PERS
Tangcity Mall Fasilitasi Salat Tarawih Berjamaah, Pengunjung dan Tenant Sambut Positif
Digitalisasi dan Derasnya Arus Informasi, Peran Pers Kian Strategis
Pimpinan Redaksi Mata Aktual News Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026
Camat Teluknaga: Pers Pilar Informasi dan Pengawal Demokrasi
Pj Kades Jatimulya Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026
PENGUMUMAN STOP PERS
PENGUMUMAN STOP PERS
Berita ini 619 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:45 WIB

PENGUMUMAN STOP PERS

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:27 WIB

Tangcity Mall Fasilitasi Salat Tarawih Berjamaah, Pengunjung dan Tenant Sambut Positif

Senin, 9 Februari 2026 - 19:32 WIB

Digitalisasi dan Derasnya Arus Informasi, Peran Pers Kian Strategis

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:29 WIB

Pimpinan Redaksi Mata Aktual News Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026

Kamis, 5 Februari 2026 - 13:22 WIB

Camat Teluknaga: Pers Pilar Informasi dan Pengawal Demokrasi

Berita Terbaru

Nasional

PENGUMUMAN STOP PERS

Jumat, 27 Feb 2026 - 02:45 WIB

P0LRI

Kapolres Tangerang Kota Rangkul Media, Santuni Anak Yatim

Kamis, 26 Feb 2026 - 20:06 WIB

Pemerintahan

JATA: Eksploitasi Air Tanah di Jakarta Picu Kerusakan Masif

Kamis, 26 Feb 2026 - 05:13 WIB

Verified by MonsterInsights