Rekan Indonesia: Korupsi Biskuit PMT adalah Kejahatan Kemanusiaan

- Jurnalis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mata Aktual News — Organisasi masyarakat sipil Rekan Indonesia menilai dugaan korupsi dalam pengadaan biskuit Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan balita merupakan kejahatan kemanusiaan.

Kepala Bidang Hukum Rekan Indonesia, Ravindra Anan, mengatakan praktik pengurangan nutrisi dalam biskuit PMT sama saja merampas hak generasi bangsa untuk tumbuh sehat.

“Korupsi pada sektor kesehatan dan gizi bukan hanya kejahatan keuangan, tapi kejahatan kemanusiaan. Mengurangi premix dan menggantinya dengan gula serta tepung sama saja dengan merampas hak generasi bangsa untuk tumbuh sehat,” kata Ravindra dalam keterangan tertulis, Minggu (31/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ravindra mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindak tegas pihak-pihak yang terlibat tanpa pandang bulu, baik dari unsur pemerintah maupun perusahaan penyedia. Ia juga meminta agar nilai kontrak, kerugian negara, serta modus operandi kasus tersebut diungkap secara transparan.

Menurut Ravindra, penyelesaian kasus ini akan menjadi tolok ukur keseriusan negara dalam melindungi kelompok rentan, terutama ibu hamil dan balita, dari praktik korupsi yang merugikan kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, KPK mengungkap adanya dugaan manipulasi nutrisi dalam biskuit PMT periode 2016–2020. Kandungan premix berupa vitamin dan mineral yang seharusnya dominan, diduga dikurangi secara signifikan dan diganti dengan gula serta tepung.

Praktik itu membuat harga produksi biskuit lebih murah, namun menurunkan manfaat gizi yang seharusnya diperoleh ibu hamil dan balita penerima bantuan.

Saat ini kasus telah naik ke tahap penyidikan. KPK juga sudah memanggil sejumlah pihak, termasuk calon tersangka berinisial MJ dari perusahaan penyedia.

Jurnalis : Syahrudin Akbar.

Editor : Merry WM.

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kios Kecil, Dosa Besar! Tramadol Ilegal Digulung Polisi
Dolar Menguat, Rupiah Tertekan; Pengamat Soroti Akar Struktural dan Arah Kebijakan Pemerintah
Rekan Indonesia Kampanyekan STOP TBC dengan TOSS di CFD Jakarta Barat
Mengenal Syamsul Jahidin, Mantan Satpam yang Mengguncang Sistem: Satu Pena Mengubah Peta Kekuasaan
Kodim 0501/JP Berbagi Kasih, Gelar Santunan untuk Anak Yatim di Dua Yayasan Jakarta Pusat
Sembunyikan Sabu di Bungkus Rokok, Perantara Transaksi Narkotika Ditangkap Polsek Cisoka Polresta Tangerang
Ketika Sepak Bola Indonesia Dikhawatirkan Kembali Diseret ke Kepentingan Non-Sportif
Satpol PP Cipinang Besar Utara Tertibkan Pelajar yang Berkumpul di Depan Sekolah Al-Wildan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:09 WIB

Kios Kecil, Dosa Besar! Tramadol Ilegal Digulung Polisi

Rabu, 21 Januari 2026 - 10:56 WIB

Dolar Menguat, Rupiah Tertekan; Pengamat Soroti Akar Struktural dan Arah Kebijakan Pemerintah

Senin, 12 Januari 2026 - 17:25 WIB

Rekan Indonesia Kampanyekan STOP TBC dengan TOSS di CFD Jakarta Barat

Minggu, 16 November 2025 - 10:10 WIB

Mengenal Syamsul Jahidin, Mantan Satpam yang Mengguncang Sistem: Satu Pena Mengubah Peta Kekuasaan

Jumat, 31 Oktober 2025 - 13:55 WIB

Kodim 0501/JP Berbagi Kasih, Gelar Santunan untuk Anak Yatim di Dua Yayasan Jakarta Pusat

Berita Terbaru

P0LRI

Ngibul Pakai Pelat Palsu, Maling Truk Kena Ciduk

Senin, 2 Mar 2026 - 14:45 WIB

Verified by MonsterInsights