Mahasiswa Depok Siap Bergerak ke Polda Metro Jaya, Tuntut Usut Tuntas Kasus Ojol Tewas

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Depok, Mata Aktual News – Sejumlah elemen mahasiswa dari Kota Depok bersiap menggelar aksi di depan Kantor Polda Metro Jaya, Jumat (29/8/2025). Aksi ini merupakan kelanjutan dari gelombang protes usai meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada 28 Agustus lalu.

Dari informasi yang dihimpun, setidaknya tiga kampus di Depok dipastikan akan mengirimkan massa aksi. Mereka tergabung dalam jaringan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Rakyat Bangkit.

Rencana Keberangkatan Massa:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BEM Universitas Indonesia (UI) menjadi kekuatan utama dengan sekitar 150 mahasiswa. Menariknya, dua kubu BEM UI yang biasanya berseberangan – kubu Mahkamah Mahasiswa dan kubu Rektorat – kali ini bersatu dalam satu barisan. Massa akan berangkat dari Lapangan FISIP UI, Kukusan, Beji.

BEM Universitas Gunadarma Depok menyiapkan sekitar 50 mahasiswa dengan titik kumpul di Kampus H, Cimanggis. Mereka akan bergerak menggunakan 25 kendaraan roda dua.

BEM STEI SEBI (Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI) mengirimkan sekitar 25 mahasiswa. Massa dari SEBI disebut akan bergerak secara cair langsung menuju lokasi aksi.

Sementara itu, BEM Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) memutuskan tidak ikut serta dalam aksi kali ini, dengan alasan konsolidasi internal serta kekhawatiran represif aparat. Namun, PNJ tetap berafiliasi dengan jaringan BEM SI Rakyat Bangkit sehingga kemungkinan bergabung pada aksi berikutnya masih terbuka.

Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksinya, mahasiswa membawa empat tuntutan utama:

  1. Mengusut tuntas kasus tewasnya pengemudi ojek online dalam aksi 28 Agustus.
  2. Mendesak Polri menghentikan tindakan sewenang-wenang, brutalitas, dan represif terhadap massa aksi.
  3. Membebaskan massa aksi yang ditahan atau diproses hukum.
  4. Melaksanakan reformasi kepolisian serta mendesak pencopotan Kapolri.

Solidaritas dan Tekanan Publik
Pengamat menilai, bersatunya dua kubu BEM UI yang selama ini terbelah menunjukkan tingginya nilai simbolis dari isu ini. Peristiwa tewasnya ojol menjadi simpati publik sekaligus memperkuat framing soal “brutalitas aparat”. Hal ini dikhawatirkan dapat memperbesar tekanan politik terhadap Polri.

Selain itu, pola pergerakan massa menggunakan kendaraan roda dua dari Gunadarma berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas. Sementara keberadaan BEM SEBI dengan identitas BEM SI Rakyat Bangkit dinilai strategis karena menghubungkan isu lokal Depok dengan narasi nasional.

Secara keseluruhan, aksi mahasiswa Depok di Polda Metro Jaya diperkirakan melibatkan sekitar 225 orang. Situasi di lapangan akan menjadi sorotan publik, mengingat tensi pasca-insiden 28 Agustus masih tinggi dan mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Reporter: Amor
Editor: Merry WM

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati
FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026
Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras
KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah
Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
VIDEO: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisir, Publik Murka
Mayjen (Purn) Tatang Zaenudin: Indonesia Harus Siap Mundur dari BOP Jika Prinsip Perdamaian Dilanggar
PENGUMUMAN STOP PERS
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:08 WIB

AS Usulkan Akses Udara Militer, Kemhan Tegaskan Masih Dikaji Secara Hati-hati

Kamis, 9 April 2026 - 02:28 WIB

FKMGS Bersama PT Musim Mas Gelar Penanaman Pohon di Gunung Salak pada Hari Hutan Sedunia 2026

Rabu, 8 April 2026 - 18:09 WIB

Hari Hutan Sedunia 2026 di Bogor “Mengguncang”: Dari Cipelang, Seruan Jaga Hutan Menggema Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 02:39 WIB

KPK Dihujani Kritik Usai Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Kamis, 19 Maret 2026 - 03:57 WIB

Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights