Minimnya Hidran di Permukiman Padat Jakarta Hambat Penanganan Kebakaran

- Jurnalis

Kamis, 19 Juni 2025 - 00:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mata Aktual News– Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono, menyoroti masih minimnya fasilitas hidran di permukiman padat penduduk. Ia menilai, ketiadaan hidran di sejumlah titik rawan kebakaran menyulitkan proses pemadaman api, terutama di kawasan yang sulit dijangkau mobil pemadam.

Hal itu disampaikan Mujiyono usai rapat kerja pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Ranperda P2APBD) Tahun 2024 bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Rabu (18/6/2025).

“Tidak semua titik rawan kebakaran memiliki hidran. Ini harus menjadi prioritas dalam penguatan sistem penanggulangan kebakaran,” ujar Mujiyono, dikutip dari laman resmi dprd-dkijakartaprov.go.id.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, keterbatasan fasilitas ini membuat personel Gulkarmat kesulitan menjangkau titik api dalam beberapa kasus kebakaran. Terlebih, mobil pemadam berkapasitas besar tidak bisa memasuki gang-gang sempit di permukiman padat.

“Mobil besar itu susah masuk. Harus ada alat atau kendaraan yang bisa menjangkau ke dalam rumah warga di gang-gang kecil,” katanya.

Selain masalah akses, Mujiyono juga menyoroti belum maksimalnya waktu tanggap darurat atau response time petugas pemadam kebakaran.

“Respons time menjadi indikator penting keberhasilan dalam menanggulangi bencana kebakaran. Harus ada peningkatan dari sisi kecepatan tanggap,” tegasnya.

Menurut dia, ada sejumlah faktor yang memengaruhi respons time, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran.

Ia pun mengimbau warga, terutama yang tinggal di kawasan padat, agar lebih peduli terhadap potensi kebakaran, termasuk dalam penggunaan instalasi listrik.

“Masih banyak instalasi listrik yang tidak sesuai standar. Kabel dan perangkat yang tidak layak pakai bisa memicu kebakaran,” ujarnya.

Mujiyono berharap ke depan pemerintah provinsi DKI Jakarta dapat lebih serius memperhatikan fasilitas hidran serta strategi mitigasi kebakaran di kawasan padat penduduk.

Reporter: Syahrudin Akbar | Editor: Merry WM

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dishub DKI Jakarta Fokus Benahi Tata Kelola dan Tertibkan Parkir Liar, Tegaskan Tak Ada kenaikan Tarif Parkir
Dishub DKI Jakarta Resmi Luncurkan Call Center 1500813 di HBKB, Warga Diajak Hadir
Diskusi Desil dan Layanan JakEvo, Warga RW 001 Jatinegara Diberi Edukasi Soal Bansos dan Pelayanan Publik
Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah
Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan
BPS Genjot Akurasi Sensus Ekonomi 2026, 88 Petugas Tajurhalang Diminta Jaga Integritas Data
Tak Ada Lagi Paspor Biasa! Imigrasi Bogor Pastikan Pemohon Baru Kini Wajib Gunakan e-Paspor
Korupsi Triliunan Terungkap, Rakyat Kian Terjepit! KPKB Desak Pemerintah Perluas Bansos
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:56 WIB

Dishub DKI Jakarta Fokus Benahi Tata Kelola dan Tertibkan Parkir Liar, Tegaskan Tak Ada kenaikan Tarif Parkir

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Dishub DKI Jakarta Resmi Luncurkan Call Center 1500813 di HBKB, Warga Diajak Hadir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:51 WIB

Diskusi Desil dan Layanan JakEvo, Warga RW 001 Jatinegara Diberi Edukasi Soal Bansos dan Pelayanan Publik

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:43 WIB

Maggot dan Bank Sampah Jadi Andalan Pejaten Barat Kurangi Timbunan Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Infast Bestari: Perlindungan Sosial Harus Universal, Kelas Menengah Tak Boleh Lagi Terabaikan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights