Ruwatan Usir “Hantu” Mafia Tanah di Bogor, Kambing Disembelih, Sate Dibakar

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 01:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, Mata Aktual News — Ada pemandangan tak biasa di depan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (21/9/2026).

Ratusan warga yang tergabung dalam Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) dan Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bogor Raya menggelar aksi dengan cara yang tak lazim. Mereka memotong kambing, membakar sate, sekaligus menggelar ritual ruwatan.

Bukan sekadar aksi unjuk rasa. Ruwatan tersebut dimaknai massa sebagai ungkapan syukur sekaligus doa agar persoalan pertanahan di Kabupaten Bogor dibenahi dan pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih transparan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian ritual dipimpin Abah Iding alias Daeng. Nuansa budaya Sunda juga kental dengan penampilan permainan karinding yang dipimpin Kang Madun.

Massa menyebut kegiatan tersebut sebagai simbol untuk “mengusir hantu-hantu mafia tanah”, khususnya yang mereka soroti berada di kawasan lereng Gunung Salak.

Aksi itu juga dikaitkan dengan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 14 September 2026. OTT tersebut berkaitan dengan dugaan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor. KPK kemudian menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara tersebut.

Ketua HPPMI Bogor, Yusuf Bachtiar, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas langkah penegakan hukum yang dilakukan KPK.

“Kami menggelar aksi ini sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas tertangkapnya orang-orang zalim yang selama ini membodohi rakyat Kabupaten Bogor,” ujar Yusuf.

Namun, bagi massa, penindakan hukum tersebut dinilai baru menjadi awal. Mereka berharap pembenahan tata kelola pertanahan di Kabupaten Bogor terus berlanjut.

Yusuf meminta pimpinan ATR/BPN Kabupaten Bogor ke depan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat, terutama petani dan penggarap.

“Mudah-mudahan pimpinan BPN ke depan memprioritaskan rakyat, petani, dan penggarap, bukan korporasi.”

Tak hanya itu, Yusuf juga meminta KPK menelusuri dugaan korupsi yang disebutnya berkaitan dengan kasus SHGB PT BSS.

“Kami berharap KPK juga segera mengungkap dugaan korupsi dalam kasus SHGB PT BSS yang juga melibatkan politisi Fahd A Rafiq,” tegasnya.

Pernyataan tersebut merupakan tuntutan dari massa aksi dan menyangkut dugaan yang masih harus dibuktikan melalui proses hukum. Karena itu, pembuktian dan keterangan resmi aparat penegak hukum menjadi penting untuk memastikan duduk perkara secara utuh.

Di depan kantor BPN Bogor, kambing disembelih, sate dibakar, karinding dimainkan. Sebuah pesan simbolik pun disampaikan: masyarakat ingin persoalan tanah ditangani secara transparan dan kepastian hukum benar-benar dirasakan rakyat.

Reporter: Amor
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Hari Kelahiran Nabi Muhammad, Warga Cadudasa Teladani Ahhlak Rosulullah
PKL Flyover Cibinong Ditertibkan, Aktivis: Jangan Cuma Razia, Beri Jalan Hidup untuk Wong Cilik
Kebakaran Gegerkan Parungpanjang, Puluhan Rumah Terancam Dilalap Api
Bupati Bogor Klarifikasi Pencatutan Nama, Pimred Mata Aktual News Soroti Etika Jurnalistik
Haidin Deni Supriyadi: Pemimpin Harus Jadi Teladan, Bukan Sekadar Punya Jabatan
Halal Bihalal Warga Nings Residence Berlangsung Meriah
Bersatu Jaga Lingkungan, Cipelang Gelar Aksi Bersih Lahan
Skandal Dugaan Pungli Guru PAI Bogor, Kasubag TU Kemenag Dicopot dari Jabatan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 01:43 WIB

Ruwatan Usir “Hantu” Mafia Tanah di Bogor, Kambing Disembelih, Sate Dibakar

Sabtu, 19 September 2026 - 17:59 WIB

Peringati Hari Kelahiran Nabi Muhammad, Warga Cadudasa Teladani Ahhlak Rosulullah

Senin, 27 Juli 2026 - 23:21 WIB

PKL Flyover Cibinong Ditertibkan, Aktivis: Jangan Cuma Razia, Beri Jalan Hidup untuk Wong Cilik

Minggu, 21 Juni 2026 - 00:04 WIB

Kebakaran Gegerkan Parungpanjang, Puluhan Rumah Terancam Dilalap Api

Kamis, 2 April 2026 - 13:17 WIB

Bupati Bogor Klarifikasi Pencatutan Nama, Pimred Mata Aktual News Soroti Etika Jurnalistik

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights