Bus Antar-Jemput Gratis untuk Pelajar Disabilitas DKI Masuk 10 Besar Jakarta Innovation Award

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mataaktualnews – Layanan bus sekolah antar-jemput gratis bagi peserta didik penyandang disabilitas yang dikembangkan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta berhasil masuk dalam 10 besar nominasi Jakarta Innovation Award (JIA) 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta. Inovasi tersebut bernama SAPA DISA (Sistem Antar Jemput Peserta Didik Disabilitas).

SAPA DISA merupakan layanan Bus Sekolah Ramah Disabilitas yang menyediakan transportasi aman, nyaman, gratis, dan aksesibel bagi peserta didik penyandang disabilitas. Layanan menerapkan pola point-to-point, dengan menjemput peserta didik dari rumah atau titik yang disepakati bersama orang tua menuju sekolah, kemudian mengantarkannya kembali setelah kegiatan belajar selesai. Saat ini, layanan telah beroperasi secara berkelanjutan dengan melayani 9 Sekolah Luar Biasa (SLB) dan rata-rata sekitar 150 peserta didik setiap hari.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, masuknya SAPA DISA dalam 10 besar JIA 2026 menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Dishub untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi penyandang disabilitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“SAPA DISA lahir dari kebutuhan masyarakat. Ini bukan sekadar menyediakan bus, tetapi memastikan peserta didik penyandang disabilitas memiliki akses mobilitas yang aman dan nyaman untuk bersekolah,” kata Kadishub Budi, Selasa (18/8).

SAPA DISA didukung armada yang dilengkapi fasilitas aksesibilitas, seperti lift chair, sistem pengunci kursi roda (wheelchair restraint), guide block, handrail, lantai antiselip, tombol darurat, sabuk pengaman, CCTV, GPS, AC, serta sistem informasi visual dan audio. Bagi peserta didik, layanan tersebut tidak hanya membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi juga membantu mereka tiba di sekolah tepat waktu.

“Rasanya senang, petugasnya baik, terus bisa naik bus sekolah bareng teman-teman dan aku jadi enggak telat lagi,” ujar Azka, siswa SLB Pembina Tingkat Nasional.

Bagi orang tua, layanan ini membantu meringankan kebutuhan transportasi sekaligus memberikan ketenangan karena anak mendapatkan layanan perjalanan yang teratur dan sesuai kebutuhan.

“Saya bisa menghemat biaya transportasi sekolah karena sekarang sudah menggunakan bus sekolah gratis,” ungkap Roro Shanti, orang tua siswi SLB D-DI YPAC Jakarta.

Manfaat tersebut juga dirasakan dari sisi sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SLB Pembina Tingkat Nasional Agus Budiyanto mengatakan layanan Bus Sekolah membantu peserta didik yang berdomisili jauh dari sekolah untuk tiba lebih cepat dan lebih siap mengikuti kegiatan belajar.

“Dengan adanya layanan bus sekolah, anak-anak kami yang berdomisili jauh dari sekolah dapat dilayani dan datang lebih cepat ke sekolah,” imbuh Agus.

Pelaksanaan SAPA DISA diperkuat melalui kolaborasi Dinas Perhubungan dengan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Sekolah Luar Biasa, komunitas penyandang disabilitas, dan orang tua peserta didik. Budi mengatakan, manfaat yang dirasakan langsung oleh siswa, keluarga, dan sekolah menjadi bagian penting dari keberlanjutan inovasi tersebut.

Masuknya SAPA DISA dalam 10 besar JIA 2026 menjadi pengakuan atas inovasi pelayanan publik yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat. Layanan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan sistem transportasi yang semakin inklusif serta mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota yang setara dan berkeadilan bagi seluruh anak.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan hanya karena keterbatasan akses transportasi,” tegas Kadishub Budi.

Reporter: Piye
Editor: Redaksi

Follow WhatsApp Channel mataaktualnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rajin Upload Belum Tentu Berprestasi! Syahrudin Akbar Sentil Pejabat yang Alergi Kritik Pers
Rekan Indonesia Sentil Bulan Dana PMI: Zakat Bukan Dalih Paksa Warga Menyumbang!
Abnon Jakarta Disorot, Dailami Firdaus Dorong Revisi Pergub: Unsur Betawi Diminta Lebih Dominan
Bulan Dana PMI di Jakarta Disorot, Rekan Indonesia Ingatkan Beban Ganda Warga
Diduga Area Taman Disulap Menjadi Proyek BUMD, Pemanfaatan Lahan Jadi Sorotan
MADAS Nusantara dan Jumat Berkah Wartawan Tebar 600 Nasi Kotak di Cilincing
Pengelolaan Perpustakaan HB Jassin Dapat Sorotan DPRD
Krisis Air Baku Mengintai, PAM Jaya Diminta Jangan Cuma Andalkan Satu Keran
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Rajin Upload Belum Tentu Berprestasi! Syahrudin Akbar Sentil Pejabat yang Alergi Kritik Pers

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Rekan Indonesia Sentil Bulan Dana PMI: Zakat Bukan Dalih Paksa Warga Menyumbang!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Abnon Jakarta Disorot, Dailami Firdaus Dorong Revisi Pergub: Unsur Betawi Diminta Lebih Dominan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Diduga Area Taman Disulap Menjadi Proyek BUMD, Pemanfaatan Lahan Jadi Sorotan

Sabtu, 26 September 2026 - 00:00 WIB

MADAS Nusantara dan Jumat Berkah Wartawan Tebar 600 Nasi Kotak di Cilincing

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights